Showing posts with label Eye shadow. Show all posts
Showing posts with label Eye shadow. Show all posts

Wednesday, May 31, 2017

Review eyeshadow Sariayu Borneo B-03

Wadouw, baru tau kalo postingan ini sebelumnya sudah ngendap di draft berbulan-bulan. Hmm, sebenernya postingan ini bukan satu-satunya yg nandon di draft, masih banyak siy, tapi ya sudahlah, mumpung saya ingat dan in da mood, boleh deh diselesaikan.





courtesy of iFunny

Oke, setelah kemaren-kemaren ngasi review tentang skin care, sekarang waktunya tentang make up. Brand lokal favorit saya untuk urusan warna yang super pigmented ya Sariayu. Gak perlu banyak tenaga untuk ngeluarin warnanya. Cuma di sini saya masih menggunakan bantuan eyeshadow primer. Bukan apa-apa, cuma emang sudah kebiasaan siy, dan memang mampu mempertahankan warna eyeshadow selama berjam-jam.

Saya itu kadang mood-moodan kalo urusan dandan. Kadang dengan hati riang gembira nge mix n matchkan warna baju dengan warna make up yang seperti apa, kadang butuh cepat, ya wes pake make up dengan warna natural atau warna-warna eksotis Indonesia. Contohnya warna coklat gini. Nah sempet punya eyeshadow mono warna coklat muda dari Make Up Forever. Cuma kalo dari sariayu ini kan sepaletnya ada 3 warna, jadi bisa dimain-mainin.

Akhirnya saya memilih Eyeshadow Sariayu Borneo B-03. Dari sepaletnya ada 3 warna yaitu coklat muda, coklat, dan hitam. Bisa juga kalo mau dendong smokey eyes. Dan saya memilih ini juga eyeshadownya matte, gak ada glitter, cucok lah kalo untuk dandan harian.




Dari review saya yang sudah-sudah, kemasan dari eyeshadow ini sama aja seperti lainnya. Bentuknya compact, ada cermin kecil di dalamnya dan juga kuas bawaan. Sudah Mengandung Pomegranate Extract dan Vitamin E sebagai antioksidan dan juga UV Filter. Disertai juga dengan amethyst dan moisturizer untuk menjaga kelembaban kulit. Kalo saya pribadi siy, gak tau ya ngefek apa enggak moisturizernya, karena terasa lembab-lembab aja tuh kulit kelopak mata saya. Dan juga sebelumnya saya memakai eyeshadow primer. Yuk sekarang dilihat hasil swatch di mata.



Jadi ceritanya saya lagi pake baju warna biru elektrik, kalo mau dandan smokey eyes, hmmm...agak kurang cocok, apalagi setelahnya saya mau cuss ke mall sm anak-anak. Jadi untuk swatch kali ini saya pake biasa aja. Untuk warna coklat muda saya baurkan ke seluruh permukaan kelopak mata. Kemudian untuk warna hitamnya sebagai sudut mata yang kemudian dibaurin. Saya make warna hitamnya tipis aja, lagi gak mau terlalu nonjok, pengen nampak natural look warna kulit eksotis Indonesia. Dan warna coklat mudanya untuk mengisi tulang alis. Baurin sedikit warna coklat dan hitam untuk area bawah mata. That's it. Lookin' fresh and ready to go.

Saya sukaakkkk banget dengan warna ini, bisa dipake juga untuk acara malam dengan aksen smokey eyes yang dramatis. Saya belum coba, tapi melihat kemampuan eyeshadow ini yang sooo pigmented dan belum pernah mengecewakan saya, sepertinya worth to try.

Nahh...selese deh utang saya dengan postingan ini hahaha...maap ya ampun hai postingan, dirimu ketimbun berbagai draft skin care siyy





Read More

Wednesday, June 29, 2016

Review Eyeshadow Sariayu Sentrajava-Karimunjawa, Sentrajava-Lasem, Papua P01, Papua P02, Rimba Sumatera-Toba


Sesuai dengan gambar di atas. Mau sebanyak apapun kita punya eyeshadow ya buukkk..tetep kita merasa kuraaangg pemirsahh. Padahal dalam palet eyeshadow yang kita punya udah ada tuh warna untuk smokey eyes, biru, ijo royo royo, kuning gemilang, dan sebagainya *terus lirik beauty case. Selain lipstik, rasa-rasanya eyeshadow juga benda perdandanan yang juga diburu untuk dikoleksi. Terlepas mau kita bisa makenya atau gak hahaha, pokoknya punya dulu, makenya ya ntar-ntar aja kalo ada acara *padahal juga gak begitu sering dapat invitation.

Kalau mau ditanya, kenapa siy kok punya banyak banget eyeshadownya Sariayu?. Jawabannya adalah yang pertama awal mulanya curious dengan produk lokal yang selalu hits ini. Bisa dibilang ini produk udah lama banget tapi tetep aja bertahan, berarti produknya bagus donk yah. Yang kedua, ternyata setelah nyoba tester di salah satu counternya, warna dari eyeshadow ini nampol banget. Keluar warnanya cuma dengan sekali ulas. Jadi kalo mau coba-coba untuk ulas 2x, bisa jadi deh habis gitu kita 11 12 sama badut.

Mari kita riviu satu per satu eyeshadow yang nimbun di beauty case saya.


  • Pesisir Sentrajava-Karimunjawa
Di postingan saya mengenai lipstik Sariayu (lihat di sini), saya membeli eyeshadow karimunjawa biar genap pembelanjaan saya jadi 150ribu dan dapet lipstik gratis.

Selalu suka sama packaging dari Sariayu yang etnik Indonesia banget


Untuk packagingnya, selalu juara buat saya. Penuh motif dan grafis Indonesia. Jadi gak monoton kayak palet-palet eyeshadow lainnya.

Warna-warnanya berani

Awal lihat eyeshadow ini saya cuma membatin, WOW!. Liat deh dalam satu kemasan ada 3 warna gonjreng. Hijau, Kuning, dan Ungu. Kebayang gak gimana jadinya kelopak mata kalau dijejelin warna hip hip hore begini. Inspirasi warna-warna ini datang dari Karimunjawa. Pernah ke sana?. Tahun 2011 saya pernah backpacking dengan teman ke sana. Bener-bener cantik ruarr binasaa. Pemandangan, air laut yang jernih, semuanya dituangkan ke dalam warna ini. 

Kemasan di dalamnya sudah termasuk kuas kecil dan cermin kecil memanjang di bagian dalam penutupnya. Buat saya, kuas dan cermin ini kurang membantu. Jadi saya tetap menggunakan kuas make up saya sendiri. Untuk cerminnya terlalu kecil, gak puas rasanya kalau mau dendong tapi gak nampak seluruh wajah.Di eyeshadownya terdapat embose motif burung. Kreatif deh.





Kira-kira begini warna inspirasi dari alam karimunjawa (coolephotography.co.uk)

Dan lagi-lagi saya takjub, WOW!. Setelah diaplikasikan warnanya jadi cantik sekali. Sembur-sembur, hihihi. Kepenasaran saya terbayar sudah, jadi gak nyesel sudah beli eyeshadow ini. Ternyata tim kreatif dari Sariayu mayan juga dalam mengambil inspirasi warna Indonesia. Boleh niy dipake kalo girls nite out, yeay!.

  • Sentrajava-Lasem
Jujur saya belum pernah mendengar kata Lasem. Kok kayak nama buah ya (langsat). Iseng sayapun browsing, ternyata Lasem ini adalah nama kota di Jawa Tengah dimana kebanyakan dihuni oleh etnis Cina, oleh karena itu juga dikenal dengan sebutan "Tiongkok Kecil". Kenapa kebanyakan etnis cina yang tinggal di situ? karena kota ini merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa ke Pulau Jawa (sumber: wikipedia). 

Penduduk Lasem (nationalgeographic.co.id)
Nah terus apa hubungannya dengan warna-warna pinky ini dengan kota Lasem?. Pernah dengar batik Lasem?. Saya loh baru dengar ini. Biasanya taunya batik Solo, Jogja, Pekalongan, Madura, nah ini ada batik Lasem.


Batik Lasem (wikimedia.org)
online.marthatilaarshop.com

Warna-warna berani pada batik Lasem inilah yang menginspirasi Sariayu untuk meluncurkan eyeshadow seri Lasem. Tuh kan, coba kalo saya gak maen-maen ke counternya Martha Tilaar, mana saya tau kalo ternyata ada kota yang bernama Lasem. Sepertinya jadwal liburan boleh niy diagendakan ke sana.

Kebanyakan warga lanjut usia yang tinggal di sini (fotokita.net)


Jangan salah ya dengan eyeshadow ini. Gak usah banyak-banyak ngulaskan pake kuas,cukup sedikit aja warnanya langsung menggelora. Pernah waktu itu kebanyakan ngoles-olesin di kuas, pas dipake ke kelopak mata, waduh berasa habis tanding tinju sama mike Tyson. Pinknya banget pake nget lagi. Jadi kayak habis berantem sama orang sekampung. Oh iya, sama dengan seri Karimunjawa, di eyeshadow ini juga terdapat embose motif burung. Sayang banget kalo mau make, embosenya lama-lama bisa hilang. Di dalam palet ini terdapat 3 warna, yaitu Pink agak kecoklatan, Fuchsia, dan pink muda. Mungkin saya bilangnya Pale Pink karena pucat banget. Jadi untuk pale pinknya saya gunakan untuk mengisi di bawah alis. Untuk warna seperti ini pernah saya gunakan di acara engagementnya adek aku, kebetulan warna dress aku pink seperti ini. 





  • Papua P01
Tanah Papua, tanah yang belum saya injak apalagi jelajahi. Tiket ke sana masih belum terjangkau buat saya. Tapi suami sudah pernah ke sana, itupun juga karena tuntutan profesinya. Dan Sariayu lagi-lagi meluncurkan trend warna 2015 yang terinspirasi dari alam Papua. 

Supercute packaging

Bagian dalam palet

Untuk warna dari P01 ini terinspirasi dari burung khas dari Papua yaitu burung Cendrawasih yang cantik sekali. Menurut saya warnanya unik tapi masih nyambung. Ada biru tua, warna silver di tengahnya dan hijau. Untuk warna silver yang di tengah itu berbentuk krim, jadi makenya bisa pake jari. Bisa digunakan sebagai primer eyeshadow. Sariayu juga mengeluarkan khas embosenya pada semua produk dekoratifnya. Untuk yang seri Papua terdapat embose etnik Papua.




Oke, untuk yang satu ini, bisa dibilang saya buruk. Buruk sekali malah dalam mengaplikasikan warna dan mebaurkannya. Gak tau kenapa kok rasa-rasanya sulit sekali menyatukan warna biar harmonisasinya tercapai. 

  • Papua P02
Kemasan bagian luar

Kemasan bagian dalam

Awalnya saya membeli warna aman ini dikarenakan eyeshadow warna terracota saya remuk redam jadi serpihan. Biasa, kalo punya anak kecil, mana ada siy make up emaknya yang aman terkendali. Sebenernya untuk P03 warnanya juga warna tanah, tapi lebih terang aja kata BA nya. Berhubung stok lagi kosong, jadi saya membeli yang ini. Sampai di rumah waktu mau saya gunakan, saya kecewa berat, karena ternyata warnanya sangat sangat tenggelam dan gak nampak. Saya sudah mengulasnya berkali-kali tapi tetep aja kurang nampol. Padahal beli warna tanah atau warna terracota itu biar bisa dipake sehari-hari, hiks.




  • Rimba Sumatera-Toba
Kalau lihat namanya saya berasa mau mudik. Iya, papa saya orang sumatera, tepatnya siy Pujakesuma ( Pemuda Jawa Kelahiran Sumatera ). Pernah kita mudik ke Medan mengunjungi sodara-sodara, mampirlah kita ke Danau Toba dan nyebrang ke Pulau Samosir juga. 

Oke jujur aja saya beli eyeshadow ini karena saya butuh warna hitam tanpa efek pearly untuk bikin smokey eyes. Saya sebenernya sudah punya palet eyeshadow The Face Shop warna gotik, tapi warna hitam di situ ada glitter2nya dan saya kurang suka. Bisa dibilang dari palet Toba ini cuma make warna itemnya doank hihihi.


Packaging nampak depan dengan hiasan buunga Raflesia Arnoldi
Bagian dalam kemasan

Keterangan pada bagian belakang
Untuk kemasan dari palet eyeshadow ini bentuknya lebih kecil daripada Papua maupun Sentrajava. Gak tau kenapa, mungkin biar lebih travel friendly kali ya. Pada bagian eyeshadownya terdapat embose kupu-kupu. Sudah bonus kuas mininya dan juga cermin di dalamnya.

Warna-warna yang diluncurkan untuk seri Toba ini ada 3 warna, hitam, hijau muda, dan oranye. Menurut saya yang warna oranyenya lebih nampak ketimbang warna tanah di Papua P02. Sekali diulas aja sudah cukup dan terdapat sedikit pearly. 




Fiuhh, selesai juga ngebahas eyeshadow kali ini. Lumayan olahraga tangan dan mata, bolak balik eksperimen warna, xixixi..

Terus terang saya masih in mission koleksi eyeshadow dari sariayu ini, karena warna-warna yang diluncurkan berani. Hahaha, gak bermaksud mau jadi sok jagoan juga tapi penasaran aja dengan hasil akhir riasan setelah dipake. Dan selalu setiap tahunnya, saya menunggu kira-kira seri apa lagi ya yang dikeluarkan. Surprise me please..

Xoxo




























Read More

Thursday, April 7, 2016

Review Serba Ungu : Make Over Perfect Matte Eye Shadow Refill Orchid, Lipstik Sariayu Denting Kecapi 02, Lipstik Revlon Colorstay Ultimate Suede Fashion Forward 098


Lagi banyak waktu senggang niy. Kerjaan rutin as a supermom udah kelarr. Kiddos udah mandi, udah pada sarapan. Mumpung mereka lagi asik sendiri dolanan, mari mereview beberapa produk yang udah lama banget nongkrong di draft tapi gak sempet mencuat. 

Sebenernya saya bukan pecinta warna ungu. I'm a red lover. Yup, warna merah itu buat saya nendang bu ibu. Tapi bukan berarti gak koleksi beberapa warna untuk make up kaann. We need colours for any occasion. 

Review kali ini mau bahas seputar ungu. Pas buka beauty case, la kok ternyata ada beberapa produk yang sarat warna ini. Ya udah daripada dibahas satu2 di postingan, mending dibahas sekaligus aja si unyu-unyu ungu ini. Here we go!

  • Make Over Perfect Matte Eye Shadow Refill Orchid
Awal mula nemu eye shadow ini gara2 baca di majalah dan memuat warna pastel. Warna pastel saat itu hits banget di tahun 2014. Si model menggunakan warna2 yang soft banget untuk make up. Dan sayapun tersadar bahwa saya belum punya niy eyeshadow warna ungu. Setelah mutar muter di segala penjuru make up store, dapet lah ini mono eye shadow. Iya mono. Habisnya gak nemu yang sepalet gitu. Ya udah lah daripada gak punya sama sekali, toh emang niatnya mau nyonto si model di majalah yang menggunakan mono eye shadow. Hokelah kalo begitu, ini swatchnya.



Kemasan tampak depan

Bagian dalam

Swatch di tangan tanpa flash
Hasil dari swatch nampak matte yah, gak ada sheer2nya sama sekali. Dan memang seperti ini yang saya mau. Gak mau nampak seperti lampu disko. Ow iya, sebelum saya memakai eye shadow ini, terlebih dahulu pake eye base gel sebagai primer, biar warnanya keluar dan tahan lama (baca reviewnya di sini). 

Warnanya soft banget ya

  • Lipstik Sariayu Denting Kecapi 02

Pake lipstik ini udah lama, tapi baru bisa direview sekarang *xixixi. Bermula dari kelar mengikuti beauty class uang diadakan sariayu di Grand City Surabaya. Setelah selese sesi dendong, tiket yang kita beli ditukarkan dengan produk senilai 250rb. Khusus untuk produk sariayu aja, gak termasuk produk lain di Martha Tilaar Grup. Memang cari warna ungu gara2 iklan lipstik ungu dan Olivia Wilde yang jadi brand ambassadornya. Hiyaahh..harusnya cari langsung di beauty storenya yak, tapi berhubung posisi badan lagi counter Martha Tilaar, yaude mana tau ada lipen ungu. Dapet si Denting Kecapi 02. Seinget aku siy ini edisi color trend 2011, udah lama dan beauty bloggers di luar sana pasti udah ngereview *maapkeuun telat.
sumber:online.marthatilaarshop.com

No animal testing, which is good

Looks very sheer

Waktu ngebuka plastik penutupnya, yaelah ternyata desain gambarnya kerobek dan hilang. Ternyata desainnya diprint di plastik pembungkusnya. Sayang banget ya, jadi berasa gincu saya gak pake baju. Musti diati-ati niy kalo mau buka lipstiknya. Disilet garis pembukanya aja, biar gak kena geretek semua plastiknya.  
Seperti biasa yang saya suka dari produk Sariayu adalah aromatherapynya di setiap produknya itu loh, hmm..Pas pake lipstik iniberasa saya mencium aroma permen, bubblegum, gummybear, ah pokoknya makanable lah. Tapi cuma sebentar aja dan aroma makanable itupun cepat hilang kalo udah diswatch ke bibir kita. Untuk daya warnainnya, yo wes juga gak usah ditanya lagi, nampol! alias sangat pigmented. Sariayu gityuhh. Di foto atas nampak banget yah kalo hasil akhirnya sheer. Ada mengkilat2nya tapi gak tebel. Dan saya agak gak begitu suka yang nampak glossy siy. Positive sidenya gak perlu lagi nambahin pake lipgloss *yeah
Moisturizing?iya banget, gak bikin bibir adinda kering dan terasa gak berat. 
Tahan lama? hemmm..yaa kalo kesenggol tangan gak sengaja, warnanya cepet nempel ke tangan dan bibir kehilangan daya tarik si ungu. Iya, cepet ilang. Apalagi kalo kita pake makan, minum, waduh nempel deh di gelas. Musti polas poles ulang. Sedikit boros siy, tapi saya rasa dengan harga 50rb yang harus dikeluarkan ditarik garis lurus dengan warnanya yang cepet ilang dan sekali swatch dah dapet warnanya. Grafik masih menunjukkan kalo gak boros2 amat jeung. Masih in a budget kok. Toh keistimewaan produk dari Sariayu ini kan ngena di harga, mursida!. 

  • Lipstik Revlon Colorstay Ultimate Suede Fashion Forward 098
Nah, masih inget review saya di atas barusan? kalo racun si ungu ini dipersembahkan oleh Olivia Wilde untuk iklan lipstik Revlon. Kali ini beneran saya ke beauty store Revlon yang kebetulan waktu itu saya lagi di Mall Kelapa Gading, Jakarta. Waktu itu lagi ada semacam mini expo Revlon. Sekalian saya nanya ke BA nya " mas, (waktu itu yg jaga mas2) saya cari lipen pokoknya yang dipake Olivia Wilde ini (sambil nunjuk posternya di belakang si mas)". Dan si mas pun ngasi lipstik seri ini. 

Setelah beberpa kali pemakaian baru sempet direview

Baiklah, olesan lipstiksi Sariayu Denting Kecapi 02 mari dihapus dulu pake make up remover (baca reviewnya di sini). 
Tanpa flash


Abaikan jerewi2 di dagu ya mpok
Setelah di swatch di bibir kenapa ya warnanya kok kurang gelap seperti di iklan *korban iklan. Malah jatohnya ada sedikit pinkish. Warnanya mirip dengan Denting Kecapi 02 nya Sariayu. Tapi hasilnya tanpa sheer.
Untuk kelembaban yang diberikan, saya berikan 2 jempol. Berasa ringan dan tahan lama loh. Sempat pake ini seharian, dipake makan, minum dikombo nyemil2 popcorn dan ngrumpi syantik pun tetep nempel. Yah, gak 100% masih melekat di bibir. Tapi setidaknya gak terlalu banyak warna yang hilang. Masih ada ungu2 unyu nya, yes.
Yang saya gak suka dari lipstik Revlon ini, musti diswatch berkali2 untuk mendapatkan warnanya. Ada kali saya swatch sampek 4x supaya warna ungu gelap2 misteriusnya keluar. Tapi meskipun begitu tetap terasa ringan kok. Sesuailah dengan namanya, suede.
Untuk harganya lupita cintaaa, hahaha..secara udah kapan ya belinya, dan itupun lagi promo. Tapi seinget saya siy gak sampek 100ribu gitu lah. Masih terjangkau sama isi dompet. 

Buat purple lovers, semoga review kali ini membantu ya. Walaupun rada2 telat tapi mana tau lagi dicari. Ciaobellahh *goodbye manjiahh









Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com