Showing posts with label Martha Tilaar. Show all posts
Showing posts with label Martha Tilaar. Show all posts

Monday, January 23, 2017

Review : Revlon UltraHD Matte Lipcolor Addiction, Sariayu Duo Lipcolor Krakatau DLCK-12, Sariayu Eyeshadow Petikan Sitar

courtesy pinterest

Desember, bulan terakhir dalam 1 tahun. Bulan dimana membludaknya sale-sale untuk menyambut hari raya umat Nasrani. Dicombo juga dengan tutup buku akhir tahun. Alhasil dimana-mana kita bisa melihat tulisan SALE!. Gimana hati ini gak jadi goyah coba. Berusaha berhemat, ngempet-ngempet keluarin uang. Eh ujung-ujungnya kalah sama yang namanya "beli aja deh, pasti kepake gak tahu kapan".


Ya termasuk saya ini korban sale, hihihi. Maen-maen ke suatu mall, lewat counter perlenongan langganan saya, nemu tulisan sale 50%. Semacam ada magnet yang otomatis menarik langkah kaki saya untuk mampir sejenak. Iya cuma mampir, tapi keluarnya bawa tas belanjaan. Kira-kira beginilah belanjaan saya waktu itu.

  1. Sariayu Eyeshadow Petikan Sitar
  2. Sariayu Duo Lipcolor DLCK
  3. Sariayu Natural Glow Koleksi Karimunjawa
  4. Sariayu Kaplet Susut Perut
  5. Bonus Pouch Trend Warna Krakatau 



Penting gak menurut ngana?. Yah beberapa point di atas penting, tapi yo wes lah kembali lagi ke jargon "Beli aja deh, pasti kepake gak tahu kapan". Coba kita preteli satu-satu yah. 
  • Eyeshadow Petikan Sitar
Eyeshadow ini termasuk inceran saya udah lama. Walopun ini termasuk seri trend warna yang mayan lawas, tapi warna tanahnya masuk ke kulit Indonesia seperti saya. Gak oranye banget, tapi juga gak nyoklat. Pas lah untuk kulit saya. 

Seperti biasa, Sariayu memberikan ciri khasnya yang Indonesia banget. Karena seri ini dinamakan petikan sitar, ya dicantumkan juga alat musik sitar untuk cover bagian depan. Sedangkan bagian dalamnya, terdapat embose etnik pada eyeshadownya. Juga gak ketinggalan cermin kecil dan kuas bawaan.
Tampak Depan

Bagian dalam







Hehehehe..mohon abaikan mata saya yang memang sedikit sayu, bawaan dari sononya siy. Untuk eyeshadow Petikan Sitar ini yang saya suka adalah, dia gak seperti eyeshadow Papua (klik di sini). Ada sedikit shimmer yang saya suka. Beda dengan seri Papua, dia memang gak ada shimmernya dan juga gak se-orange ini. Kalo Petikan Sitar masih keliatan lah kalo kita pake eyeshadow. Ow iya, saya memang tipe yang suka pake make up yang gak nude. Kalopun nude, yahhh warnanya jangan terlalu netral atau transparan lah. Apa gunanya beli make up tapi kalo kita gak bisa mamerin warnanya *menurut saya siy.
  • Sariayu Duo Lipcolor DLCK-12

Tampak depan

Bagian belakang
Dari dulu kepengen banget punya lipstik warna shocking pink, bold pink atau pink apapun itu yg nyentrong. Gak suka soft pink, soalnya bikin bibir terkesan natural aja kayak gak pake lipstik. Iseng2 akibat tulisan diskon yang ngawe-awe, ya sudah lah saya terbujuk untuk beli ini. Satu kemasan 2 macam lipstik. Sisi yang matte dan sisi yang glossy. 

Waktu awal buka aplikator lipstiknya, terdapat plastik pembungkus. Nah plastiknya jangan dilepas ya. Cukup puter aja aplikatornya dan bakal nyobek sendiri, soalnya kalo kita lepas plastiknya, semua motif dan tulisan sisi mana yang matte dan glossy bakal ikutan lepas. Karena langsung di print di plastiknya. Satu lagi kelemahan dari packaging Sariayu. Sayang banget kan motifnya yang udah cantik itu harus ikut kelepas beserta plastiknya. Harusnya siy di print di botol lipstiknya.

Sisi matte

Sisi glossy

Kalo kita buka aplikatornya, hmmm..bau bubble gum semerbak tercium, so yummy. Keunggulan dari Sariayu salah satunya memasukkan aroma atau arometherapy pada produknya. Enggak terlalu mengganggu karena baunya juga bakal hilang setelah beberapa menit pemakaian. Yuk kita lihat swatchnya.

Hasil matte

Hasil glossy

Terus terang saya suka dengan hasil yang glossy ini. Mungkin saya juga sudah jenuh dan bosan dengan semua-mua lipstik matte yang membombardir sepanjang tahun 2016 ini. Dan lipstik glossy ini malah bikin bibir saya nampak plumpy dan full. I love it!. Seperti bibir Kylie Jenner. Lagi musim kan bibir full dijontor-jontorin seperti desye. Gak bikin bibir terasa berat dan berminyak banget. Over all love it. Untuk lipstik seharga 99rb dapet dua tipe lipstik ya termasuk so affordable.
  • Natural Glow Powder Koleki Karimunjawa
Bagian depan

Keterangan bagian belakang
Untuk yang satu ini, i have no idea kenapa ya dibeli. Secara lagi diskon dan harganya tinggal 35rb kalo gak salah. Jadilah tangan saya nyomot sekalian. Sampek di rumah mikir-mikir ini dipake buat apaan dan kapan ya make beginian *pheww*.

Oke menurut keterangan BA Sariayu dan brosur yang terdapat di dalamnya. Natural glow powder ini bisa digunakan sebagai bedak padat karena satu boxnya juga terdapat spons bedak. Bisa juga digunakan sebagai finishing setelah komplit pake make up, karena terdapat kabuki brush juga di dalam boxnya. Untuk memakai bedak ini sebagai finishing powder pun juga ada 2 cara. Cara yang pertama, kabuki brushnya digunakan pada area yang cuma terdapat bedak saja. Cara yang kedua untuk menampilkan kesan kulit yang sehat, natural dan glowy, baurkan semua warna yang ada dengan menggunakan kabuki brush, sehingga kulit gak cuma terlihat putih aja, tapi juga nampak merona. Atau mau digunakan sebagai blush on doank juga bisa. Cukup gunakan kuas dan ditolet-tolet ke bagian yang ada warnanya. Bisa juga kita bermain warna blush on dengan dibaur-baurin sedikit ke warna yang terang dan yang muda. Intinya siy produk ini playful banget dan cocok buat yang kreatif suka main-mainin warna. 

Termasuk saya, suka jenuh aja dengan warna lipstik yang ada. And you know baby, be beautiful is expensive and need money. Jadi saya suka nyampurin warna lipstik yang ada untuk menghasilkan warna yang playful.

Satu set dalam box ini

Brosur keterangan di dalam box

Bagian dalam jika dibuka
Yahh, lagi-lagi saya fall in love dengan kemasan bagian dalamnya. Selalu diembose. Dan kali ini embosenya terdapat motif burung. Sayaaaanggg banget kalo mau dipake. Tapi kalo gak dipake juga buat apaan.
Keliuatan gak warna natural peach blush on nya?
Yeayy,,bravo Sariayu. Tau gak siy, saya tuh lagi hunting blush on peach yang masuk ke kulit wajah saya tanpa terkesan seperti ketonjok atlit gulat. Pernah saya beli Bourjois blush on warna peach, weladalah malah warnanya orange banget di kulit saya. Suami saya suka senewen kalo saya pake blush on Bourjois itu, suka dibilang badut lagi keliaran gak jelas. Resek kan!. Malah sering diusap2in tuh pipi saya biar warnanya hilang. Nah, warna peach keorange-an dari Natural Glow Powder ini saya sukaaa, why? karena ternyata hasilnya bagus. Matte, gak terlalu nonjok warnanya dan juga gak terlalu natural. Maybe kamera saya gak begitu bagus nangkepnya, tapi believe me, i love it!. Looks so natural and healthy skin.

That's all produk-produk Sariayu yang waktu itu lagi sale dan sukses bikin saya tergoda untuk membeli. Untuk produk kaplet susut perut Sariayu ini belum bisa saya review, soalnya ini kan produk yang diminum. Dan gak mungkin khasiatnya bisa dilihat hanya dengan sekali tenggak. Musti rutin dan rajin dikonsumsi. Ow iya, selain itu, menurut keterangan yang ada di box kaplet susut perut Sariayu, juga sebaiknya disertai dengan olahraga dan diet seimbang. Nah kan, terbukti sodara-sodara, bahwasanya mau kurus dan punya body semlohe butuh perjuangan.

  • Revlon Ultra HD Matte Lipcolor Addiction




Bonus niy review sebiji produk lagi, tapi bukan produknya Sariayu, melainkan punya Revlon. Sebenernya ini lipstik pemberian mama, karena eh karena mama salah pilih warna katanya (atau laper mata). Jadilah lipstik ini dihibahkan mama ke anak cewek satu-satunya.

Kalau dilihat dari kemasannya, lucu ya. Seperti botol, trepes dan bening seperti kaca. Bisa dilihat shade dari lipstik ini. Gak perlu lagi liat-liat bagian bawah kemasan lipstik untuk tau ini lipstik warna apaan. Aplikatornya juga berbentuk doe foot dan beraroma lo. Aromanya mirip seperti Lipstik Sariayu, hanya saja untuk aroma Revlon ini bubble gumnya saya kurang suka. Kurang chewy gitu loah!. Mbuh ya harus bijimana saya ndeskripsikan. Intinya baunya yah kayak bubble gum tapi buat saya bau bubble gumnya gak sesuai selera saya andaikan saya ditawarin beli permen karet dengan aroma seperti itu. Urusan selera memang sesuai apa kata batin individu siy. 




Menurut saya, Revlon ini membutuhkan waktu yg lumayan supaya dia ngeset menjadi matte. Formulanya cukup ringan di bibir, gak bikin kering dan juga tahan lama loh. Cukup bikin bibir saya membentuk seksi lah hihihi..Yah walopun impian pengen punya bibir full seperti Kylie Jenner tetap nemplok di jidat.

Hokeiii..ladies, akhir kata, terima kasih sudah mampir ke blog ini. Gak tau apakah ladies di sini kesasar, sengaja, atau kepo. Dan kalopun iya (kesasar), semoga membawa berkah dengan informasi yang coba saya jembreng di sini. Buat yang memang mencari info sesuai judul postingan ini, mudah-mudahan gak kapok2 lagi baca blog saya (yang saya juga gak ngerti kadang nulis review produk, kadang nulis terserah apa yg lewat di pikiran saya). Jangan lupa untuk follow ya beibs..ciaobella!

Xoxo











Read More

Tuesday, November 15, 2016

[Review Sariayu] : Solusi Organic Foundation Porcelain, Solusi Organic Two Way Foundation Natural Beige, Mascara Papua

courtesy of vectorstock.com

Beberapa bulan yang lalu, saya mengalami jerawat yang parah. Gak biasanya saya berjerewi separah ini setelah saya lulus kuliah. Banyak jerewi bermunculan terutama di pinggir-pinggir muka, seperti di pipi kanan kiri dekat telinga dan dekat dagu. Pokoknya area pinggir deh. Saya sempat berkonsultasi ke dokter di klinik kecantikan tempat teman saya praktek, sampai mengira apakah saya menggunakan hijab? karena jerewinya malah suka nongkong di area tempat tertutup hijab. Setelah berkonsultasi akhirnya saya mengganti beberapa produk skin care saya termasuk make up. 

Pola makan juga harus saya ubah. Saya sadar waktu itu lagi demen-demennya makan yang digoreng-goreng dan berlemak. Hadehhh...memang makanan berlemak itu bikin nagih. Selain rasanya yang gurih jadi bikin nambah terus. Sokelah, program diet saya mulai berjalan kembali.

Oh iya, saya baru sadar memang akhir-akhir ini (waktu itu ya), sering pake make up berat. Mulai dari BB cream sampek harus contour. Dan itu berjam-jam. Bisa jadi ini trigger jerewi malah baris berbaris di muka saya. So, saya mengganti bedak, foundation dan juga mengurangi intensitas bermake up. Sebaiknya siy memang jangan lebih dari 4 jam memakai make up. Karena foundation dan bedak berpotensi menutup pori-pori kulit, penyebab komedo dan juga jerawat. Kalo memang dirasa gak terlalu perlu make up an komplit, ya udah pake lipstik, bedak tabur, blush on aja. Oops..jangan lupa alisnya dibentuk xixixi.

Oke, berikut adalah beberapa make up yang sudah saya ganti mengingat saat itu saya berjerawat parahnya ampun-ampun.

Rangkaian Solusi Organic 


  • Solusi Organic Foundation Shade Porcelain
Cover depan

Again i support no animal testing cosmetics



Sebelum saya berjerawat saya selalu memakai BB cream kemudian ditimpa dengan bedak padat. Akhirnya selama proses penyembuhan jerawat saya menggunakan Sariayu Solusi Organic Foundation yang shade Porcelain. Dinamakan solusi organic karena mengandung grape seed dan licorice extract. Bagus buat yang punya kulit sensitif. Sebenernya kulit saya bukan tipikal sensitif, cuma yahhh...apa salahnya menggunakan produk yang berbahan dasar organik lah yiaaww. Mana tau mempercepat penghilangan jerewi ini. Karena meskipun saat itu saya berjerewi, tapi juga gak mau keluar rumah mbladus tanpa make up. 

Botolnya terbuat dari kaca dan terdapat pump yang bisa di lock kalau diputer. Jadi aman gak bakal gejret tumpah kalo ditaruh di pouch make up atau dibuat mainan sama anak-anak niy. Puwenting buat the emaks seperti saya. Sudah termasuk uv protector untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Ukurannya 50 ml, saya rasa cukuplah untuk bertahan beberapa bulan ke depan. Apalagi seperti saya yang jarang pake foundie.

So far, foundation ini saya suka banget karena hasil akhirnya halus dan mampu menutup noda di wajah serta meratakan warna kulit. Seperti foundie lainnya, pastilah terasa berat di wajah. Makanya saya menggunakan foundie cuma untuk acara tertentu saja. Kalo cuma pigi ke mini market depan rumah sepertinya gak usah dendong heboh juga.
  • Sariayu Solusi Organic Two Way Foundation Shade Natural Beige
Rasanya gak afdol kalo beli foundie tanpa bedak padat pasangannya. Tadinya saya mau mengganti bedak saya dengan loose powder berdasarkan anjuran dokter kulit. Lagi-lagi saya tergoda untuk ngicipi produk organik *help. Lagipula masih agak ragu-ragu juga untuk beli loose powder. Rawan tumpah kalo dibawa kemana-mana.




Seperti pada gambar di atas. Kemasan dari bedak ini hampir sama seperti bedak padat pada umumnya. Berwarna hijau dan jika dibuka terdapat spons bedak bawaan dan juga cermin. Bedaknya sendiripun terdapat emboss tulisan solusi. Berat dari bedak ini 13 gram. Untuk shadenya saya memilih warna natural beige, gak samaan dengan warna foundienya. Karena pernah saya tes lha kok jatuhnya terlalu putih di kulit saya. 

Sudah 2 bulan lebih saya menggunakan bedak ini, rasanya biasa aja. Kayak pake bedak pada umumnya. Kabar baiknya memang jerewi saya gak ikutan bandel. Pelan-pelan menghilang dan bedak ini gak memperparah dengan ngajak2 jerewi untuk muncul di tempat lain. Intinya bedak ini mendukung penyembuhan jerewi di kulit saya. 

Repurchase? mmmm...kayaknya enggak deh, masih tertarik dengan produk lain.

  • Mascara Papua
Packagingnya cute

Bulu sikat mascara

Oke untuk review mascara Papua ini mungkin agak sedikit tidak mengenakkan. Tidak bermaksud untuk menghujat dan menjelek-jelekkan produk lokal dalam negeri kita. Tapi saya berusaha untuk memberikan honest review. 

Maskara maybelline saya yang sebelumnya sebenernya masih ada walopun tinggal sedikit. Tapi karena sudah kadaluarsa ya harus saya hempas manjiyahh. Lalu saya memberikan kesempatan untuk produk lokal menghiasi bulu mata saya. Oke, pilihan saya tetep jatuh ke Sariayu Papua trend warna 2015. Kemasannya yang lucu ini bikin emeshhh. Dominan warna biru dengan motif burung Cendrawasih, burung khas Papua. Bentuk bulu sikatnya melengkung (bisa dilihat pada gambar), untuk memudahkan pengaplikasian. Fungsinya untuk melentikkan bulu mata. Untuk beratnya sendiri 6,5gram. 

Antara kemasan dengan kemampuannya di luar yang saya bayangkan. Begitu saya buka maskaranya ternyata sudah ada gumpalan di bagian pangkal sikat. Saat saya aplikasikan ke bulu mata, ada maskara yang tertinggal di bulu mata saya dan itu seperti menggumpal. Gak enak banget rasanya. Setiap saya mengeluarkan sikat dari kemasannya, selalu ada saja bagian yang menggumpal di ujung sikat. Jadi musti saya tolet-tolet dulu tuh gumpalannya ke botolnya. 

Bagaimana dengan kemampuan melentikkannya? Ya..bisa dibilang sokelah, walaupun gak se marvellous maskara Maybelline. Sejauh ini memang maskara Maybelline juaranya. Untuk urusan lentik, iya melentikkan tapi sepertinya kurang hebring aja gitu. saya masih terlihat kayak gak pake maskara. kalo ditajemin lagi ngeliatnya, iya saya maskaraan. Jadi saya musti pake bantuan penjepit bulu mata supaya keliatan tajem lentiknya.

Harga dari maskara ini juga udah lupita wkwkwkwk..sekitar 70ribu kali ya. Dan saya pun juga gak repurchase kayaknya. Masih syedih dan kecewa dengan gumpalan-gumpalan itu tadi. Mudah-mudahan untuk trend warna selanjutnya, Sariayu bisa melaunching produk maskara yang lebih keren lagi.

Sengaja saya tidak memakai eyeshadow atau eyeliner supaya lebih fokus ke bulu mata yang sudah saya pakein Maskara Papua

















Read More

Monday, October 24, 2016

[Review] : LT Pro Eyeshadow Primer & Sariayu Eye Shadow Borneo B02


Wahhh..udah deh seperti air terjun sis! hihihihi. Begitu gaji masuk, syuuttt...melipir ke toko mainan perempuan. Lipstik, eyeshadow, blush on digrebek seperti satpol pp. It's in our blood ladies, untuk segera menghamburkan uang beli peralatan perang macem make up. Untuk siapa? ya tentyuuu..untuk pasangan donk biar gak nampak mbladus. Cuman akhir-akhir ini alasan lebih tepatnya biar tetep kece kalo foto-foto pas hang out sama temen hihihi. Tetep ya, sebaiknya gunakan uang sebijak mungkin untuk membeli barang-barang. Apakah saya memerlukan barang ini? atau cuma laper mata. 



Ok, buat yang lagi butuh review eyeshadow dan juga primernya. Saya beberapa waktu lalu iseng hunting eye shadow primer. Alasannya siy simple, kepengen tau gimana caranya siy supaya eyeshadow kita nempel dan gak malu-malu untuk keluar warnanya. 

  • LT Pro Eyeshadow Primer
Denger tentang eyeshadow primer itu udah lama, mungkin sekitar tahun 2012. Waktu itu saya lagi di Dubai dan nemenin tante saya ke Dubai Mall untuk mampir ke salah satu gerai make up favoritnya. Terus tante saya langsung ngomong tuh ke BA nya untuk beli primer. Saya nanya, buat apaan tante?. Katanya siy supaya eyeshadow kita lebih tahan lama. Saya pernah tuh ngalamin kegagalan eyeshadow. Pas lagi dendong udah yess niy ceritanya. Eh setelah beberapa lama, mbleber aja eyeshadownya dan memudar. Pas lagi kongkow sama temen dan niatan foto-foto, musti retouch up lagi. Dan itu ngebetein, iya kalo penerangan di ruangan itu bagus untuk ngulas-ulas eyeshadow. Kalo mau ke kamar mandi, ieeuuwww..males juga diliatin cewek-cewek yang lagi antri untuk pepi. Nah, eyeshadow primer ini fungsinya membantu kita supaya gak perlu retouch up lagi.


Keterangan pada box

Lagi-lagi saya membeli brand lokal punya keluaran LT Pro atau yang lebih kita kenal dengan La Tulip Pro. Dimaksud untuk dikeluarkannya lini make up ini untuk para MUA profesional atau yah...buat kita-kita bukan MUA tapi jago dandan. Brand ini keluaran dari PT. Rembaka yang berada di Sidoarjo. Waktu nanya-nanya ke BA nya, diklaim kalo eyeshadow primer ini berfungsi untuk membuat warna dari eyeshadow kita lebih keluar warnanya dan gak malu-malu lagi. Selain itu juga memudahkan kita untuk membaurkan eyeshadow di kelopak mata. Ujung packagingnya berbentuk tube berulir. Kalo mau menggunakan primer ini tinggal dipencet. Ukurannya kecil dengan berat 5 gram. Tapi ini udah cukup kok untuk pemakaian berbulan-bulan.



Ingredients
Warna primer ini seperti warna foundation dengan tekstur yang cukup lembut dan gradakan. Diulaskan ke kelopak mata tipis-tipis aja ya biar gak terlalu nyentrong ntar. Coba kita lihat perbedaan tanpa primer dan dengan primer.



Kanan: tanpa primer
Kiri : dengan primer

Aduhh maafkan kalo kira-kira gambarnya gak terlalu jelas. Pake kamera hp siy, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa yak beli kamera agak bagusan biar ketjeh topan untuk foto-foto produk. Oke, pada gambar di atas, saya menggunaka eyeshadow Sariayu Borneo B02 (setelah ini direview). Saya coba yang warna pink. Ulasan sebelah kiri itu dengan primer sedangkan yang sebelah kanan itu tanpa primer. Bisa dilihat kan ada perbedaan walopun mungkin agak gak begitu jelas niy ngejepretnya. Kalo tanpa primer, warna pinknya agak kurang kuat dan lebih menyatu dengan tone kulit tangan saya. Jadi terlihat pink pucat. Kalo saya ulaskan primer kemudian ditimpa dengan eyeshadow, baru deh pinknya gak terlihat pucat, agak berani dikit untuk step up. Bisa dilihat lagi dengan gambar di bawah ini. 

Kiri : dengan primer
Kanan : tanpa primer

So far, saya puas dengan kemampuan primer dari LT Pro ini. Harganya pun juga affordable. Saya beli di The Grand Palace dengan harga mungkin 60ribuan, karena waktu itu lagi ada diskon 20%. Ukurannya yang compact praktis bisa dibawa kemana-kemana. Kalo ditanya bakalan repurchase? mungkin enggak. Karena saya masih dan masih kepingin explore lagi produk yang baru.

  • Sariayu Eyeshadow Borneo B02

Masih dan gak bosennya saya ngereview eyeshadow local brand negeri kita. Walaupun eyeshadow ini sebenernya trend warna lawas (Trend Warna 2014), tapi sokelah ya. Gak nahan liat warna pastel nan baby bala bala ini.

Salah satu BA Matha Tilaar di Royal Plaza Surabaya ngontak saya kalo lagi ada pameran, dan all item diskon 20% no minimum purchase. Mayan niy bisa nimbun beberapa produk saya yang sudah hampir habis. Termasuk beli eyeshadow seri Borneo. Kebetulan saya belum punya dan memang lagi cara warna yang pastel dan soft. Jatuhlah pilihan saya ke Sariayu Eyeshadow Borneo B02.



No animal testing is important

Packagingnya masih sama dengan palet eyeshadow lainnya yang sudah saya bahas. Terdiri dari 3 warna yaitu kuning, biru agak muda dan juga pink yang lembut. Sudah termasuk kuas kecil dancermin di dalamnya untuk membantu merias. Gak lupa juga emboss bunga di eyeshadownya. jadi nambah lucu dan sayang untuk ditolet-tolet sama kuas eyeshadow. Pada bagian depan packagingnya tentu gak ketinggalan gambar burung Enggang atau Burung Rangkong.

Burung Enggang ini hidup di Kalimantan dan Sumatera. Dalam budaya Kalimantan, Burung Enggang merupakan simbol "Alam Atas" atau alam kedewataan yang bersifat maskulin. Dalam budaya Dayak, Burung Enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran. 

Ada cerita budaya menarik niy dari Suku Dayak. Mereka percaya ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. dikenal sebagai panglima perang Dayak yakni Panglima Burung.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak, Panglima Burung adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran, sakti dan kebal. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. 

Saking menghargai terhadap Burung Enggang, hal itu juga dituangkan ke dalam tarian tradisional Dayak, yaitu Tari Kancet Lasan. Yaitu tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari Burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh Suku Dayak sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tarian ini mengikuti gerak gerik burung tersebut saat terbang melayang dan bertengger di pohon. (source : borneonews-borneoku.blogspot.co.id)

source: borneonews-borneoku.blogspot.co.id

Menarik sekali ceritanya, nah sekarang nyok kita lanjot ke review. Saya lagi-lagi tidak menggunakan kuas yang terdapat pada palet eyeshadow ini, tetapi menggunakan kuas saya sendiri. Kalo lihat swatch di bawah, saya hanya mengulaskan biasa tanpa primer. jadi warna eyeshadow di tangan saya ini natural bawaan dari sononya. Warna-warnanya cukup kalem lemah gemulai. Cucok deh kalo untuk daily use hang out tipis-tipis sama temen atau kalo kepengen dandan ala 60s disco fever, pake baju warna pastel yang cute ala KPOP girls band macem T-ara di lagu Roly Poly dance version.

Hasil swatch tanpa primer dengan pencahayaan  natural indoor

Walopun warnanya pada bayi-bayi semua alias baby, tapi cukup pigmented dan mudah untuk keluar. Sekali lagi hal yang selalu saya apresiasi terhadap eyeshadow sariayu ya ini niy. Saya cukup puas dengan warna ini, menambah koleksi palet eyeshadow saya. Harganyapun juga masiiihhhhh terjangkau sama dompet, 60ribuan *lupa-lupa inget tepatnya berapa.

Di sini saya mencoba berkreasi dengan 2 cara. Untuk kelopak mata kanan, saya menggunakan 3 warna. Pink diulaskan ke seluruh kelopak mata, biru muda untuk sudut, dan warna kuning sebagai highlighter dan mengisi bawah alis.

Zoom out



Zoom in


Sedangkan untuk kelopak mata kiri, saya hanya menggunakan 2 warna saja yang ada dalam palet, yaitu pink dan kuning. Pink diulaskan pada seluruh kelopak mata dan warna kuning pada sudut mata, kemudian dibaurkan. Dilanjutkan warna kuning untuk mengisi tulas alis. Berhubung sekarang lagi trend warna yang mengadaptasi dari warna-warna pastel buah seperti lemon dan jambu biji, nah sekarang saya kreasikan. Cocok untuk make up yang kalem dan hang out with the ladies, atau untuk jalan-jalan aja di toko buku, mana tau bisa ketemu cowok ketjeh *ahhseekk.


Zoom out


Zoom in











Alrighty, that's all review saya tentang 2 produk hasil kebluwuk buruan saya. Semoga bermanfaat buat yang lagi maju mundur mau beli primer dan eyeshdaow ini. Kalo dibilang worth it? iya worth it kok. Gak bikin kantong jebol dan juga warnanya masih bisa dibilang all the time colours alias gak bakal basi. 







Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com