Showing posts with label Make up. Show all posts
Showing posts with label Make up. Show all posts

Monday, October 24, 2016

[Review] : LT Pro Eyeshadow Primer & Sariayu Eye Shadow Borneo B02


Wahhh..udah deh seperti air terjun sis! hihihihi. Begitu gaji masuk, syuuttt...melipir ke toko mainan perempuan. Lipstik, eyeshadow, blush on digrebek seperti satpol pp. It's in our blood ladies, untuk segera menghamburkan uang beli peralatan perang macem make up. Untuk siapa? ya tentyuuu..untuk pasangan donk biar gak nampak mbladus. Cuman akhir-akhir ini alasan lebih tepatnya biar tetep kece kalo foto-foto pas hang out sama temen hihihi. Tetep ya, sebaiknya gunakan uang sebijak mungkin untuk membeli barang-barang. Apakah saya memerlukan barang ini? atau cuma laper mata. 



Ok, buat yang lagi butuh review eyeshadow dan juga primernya. Saya beberapa waktu lalu iseng hunting eye shadow primer. Alasannya siy simple, kepengen tau gimana caranya siy supaya eyeshadow kita nempel dan gak malu-malu untuk keluar warnanya. 

  • LT Pro Eyeshadow Primer
Denger tentang eyeshadow primer itu udah lama, mungkin sekitar tahun 2012. Waktu itu saya lagi di Dubai dan nemenin tante saya ke Dubai Mall untuk mampir ke salah satu gerai make up favoritnya. Terus tante saya langsung ngomong tuh ke BA nya untuk beli primer. Saya nanya, buat apaan tante?. Katanya siy supaya eyeshadow kita lebih tahan lama. Saya pernah tuh ngalamin kegagalan eyeshadow. Pas lagi dendong udah yess niy ceritanya. Eh setelah beberapa lama, mbleber aja eyeshadownya dan memudar. Pas lagi kongkow sama temen dan niatan foto-foto, musti retouch up lagi. Dan itu ngebetein, iya kalo penerangan di ruangan itu bagus untuk ngulas-ulas eyeshadow. Kalo mau ke kamar mandi, ieeuuwww..males juga diliatin cewek-cewek yang lagi antri untuk pepi. Nah, eyeshadow primer ini fungsinya membantu kita supaya gak perlu retouch up lagi.


Keterangan pada box

Lagi-lagi saya membeli brand lokal punya keluaran LT Pro atau yang lebih kita kenal dengan La Tulip Pro. Dimaksud untuk dikeluarkannya lini make up ini untuk para MUA profesional atau yah...buat kita-kita bukan MUA tapi jago dandan. Brand ini keluaran dari PT. Rembaka yang berada di Sidoarjo. Waktu nanya-nanya ke BA nya, diklaim kalo eyeshadow primer ini berfungsi untuk membuat warna dari eyeshadow kita lebih keluar warnanya dan gak malu-malu lagi. Selain itu juga memudahkan kita untuk membaurkan eyeshadow di kelopak mata. Ujung packagingnya berbentuk tube berulir. Kalo mau menggunakan primer ini tinggal dipencet. Ukurannya kecil dengan berat 5 gram. Tapi ini udah cukup kok untuk pemakaian berbulan-bulan.



Ingredients
Warna primer ini seperti warna foundation dengan tekstur yang cukup lembut dan gradakan. Diulaskan ke kelopak mata tipis-tipis aja ya biar gak terlalu nyentrong ntar. Coba kita lihat perbedaan tanpa primer dan dengan primer.



Kanan: tanpa primer
Kiri : dengan primer

Aduhh maafkan kalo kira-kira gambarnya gak terlalu jelas. Pake kamera hp siy, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa yak beli kamera agak bagusan biar ketjeh topan untuk foto-foto produk. Oke, pada gambar di atas, saya menggunaka eyeshadow Sariayu Borneo B02 (setelah ini direview). Saya coba yang warna pink. Ulasan sebelah kiri itu dengan primer sedangkan yang sebelah kanan itu tanpa primer. Bisa dilihat kan ada perbedaan walopun mungkin agak gak begitu jelas niy ngejepretnya. Kalo tanpa primer, warna pinknya agak kurang kuat dan lebih menyatu dengan tone kulit tangan saya. Jadi terlihat pink pucat. Kalo saya ulaskan primer kemudian ditimpa dengan eyeshadow, baru deh pinknya gak terlihat pucat, agak berani dikit untuk step up. Bisa dilihat lagi dengan gambar di bawah ini. 

Kiri : dengan primer
Kanan : tanpa primer

So far, saya puas dengan kemampuan primer dari LT Pro ini. Harganya pun juga affordable. Saya beli di The Grand Palace dengan harga mungkin 60ribuan, karena waktu itu lagi ada diskon 20%. Ukurannya yang compact praktis bisa dibawa kemana-kemana. Kalo ditanya bakalan repurchase? mungkin enggak. Karena saya masih dan masih kepingin explore lagi produk yang baru.

  • Sariayu Eyeshadow Borneo B02

Masih dan gak bosennya saya ngereview eyeshadow local brand negeri kita. Walaupun eyeshadow ini sebenernya trend warna lawas (Trend Warna 2014), tapi sokelah ya. Gak nahan liat warna pastel nan baby bala bala ini.

Salah satu BA Matha Tilaar di Royal Plaza Surabaya ngontak saya kalo lagi ada pameran, dan all item diskon 20% no minimum purchase. Mayan niy bisa nimbun beberapa produk saya yang sudah hampir habis. Termasuk beli eyeshadow seri Borneo. Kebetulan saya belum punya dan memang lagi cara warna yang pastel dan soft. Jatuhlah pilihan saya ke Sariayu Eyeshadow Borneo B02.



No animal testing is important

Packagingnya masih sama dengan palet eyeshadow lainnya yang sudah saya bahas. Terdiri dari 3 warna yaitu kuning, biru agak muda dan juga pink yang lembut. Sudah termasuk kuas kecil dancermin di dalamnya untuk membantu merias. Gak lupa juga emboss bunga di eyeshadownya. jadi nambah lucu dan sayang untuk ditolet-tolet sama kuas eyeshadow. Pada bagian depan packagingnya tentu gak ketinggalan gambar burung Enggang atau Burung Rangkong.

Burung Enggang ini hidup di Kalimantan dan Sumatera. Dalam budaya Kalimantan, Burung Enggang merupakan simbol "Alam Atas" atau alam kedewataan yang bersifat maskulin. Dalam budaya Dayak, Burung Enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran. 

Ada cerita budaya menarik niy dari Suku Dayak. Mereka percaya ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. dikenal sebagai panglima perang Dayak yakni Panglima Burung.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak, Panglima Burung adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran, sakti dan kebal. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. 

Saking menghargai terhadap Burung Enggang, hal itu juga dituangkan ke dalam tarian tradisional Dayak, yaitu Tari Kancet Lasan. Yaitu tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari Burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh Suku Dayak sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tarian ini mengikuti gerak gerik burung tersebut saat terbang melayang dan bertengger di pohon. (source : borneonews-borneoku.blogspot.co.id)

source: borneonews-borneoku.blogspot.co.id

Menarik sekali ceritanya, nah sekarang nyok kita lanjot ke review. Saya lagi-lagi tidak menggunakan kuas yang terdapat pada palet eyeshadow ini, tetapi menggunakan kuas saya sendiri. Kalo lihat swatch di bawah, saya hanya mengulaskan biasa tanpa primer. jadi warna eyeshadow di tangan saya ini natural bawaan dari sononya. Warna-warnanya cukup kalem lemah gemulai. Cucok deh kalo untuk daily use hang out tipis-tipis sama temen atau kalo kepengen dandan ala 60s disco fever, pake baju warna pastel yang cute ala KPOP girls band macem T-ara di lagu Roly Poly dance version.

Hasil swatch tanpa primer dengan pencahayaan  natural indoor

Walopun warnanya pada bayi-bayi semua alias baby, tapi cukup pigmented dan mudah untuk keluar. Sekali lagi hal yang selalu saya apresiasi terhadap eyeshadow sariayu ya ini niy. Saya cukup puas dengan warna ini, menambah koleksi palet eyeshadow saya. Harganyapun juga masiiihhhhh terjangkau sama dompet, 60ribuan *lupa-lupa inget tepatnya berapa.

Di sini saya mencoba berkreasi dengan 2 cara. Untuk kelopak mata kanan, saya menggunakan 3 warna. Pink diulaskan ke seluruh kelopak mata, biru muda untuk sudut, dan warna kuning sebagai highlighter dan mengisi bawah alis.

Zoom out



Zoom in


Sedangkan untuk kelopak mata kiri, saya hanya menggunakan 2 warna saja yang ada dalam palet, yaitu pink dan kuning. Pink diulaskan pada seluruh kelopak mata dan warna kuning pada sudut mata, kemudian dibaurkan. Dilanjutkan warna kuning untuk mengisi tulas alis. Berhubung sekarang lagi trend warna yang mengadaptasi dari warna-warna pastel buah seperti lemon dan jambu biji, nah sekarang saya kreasikan. Cocok untuk make up yang kalem dan hang out with the ladies, atau untuk jalan-jalan aja di toko buku, mana tau bisa ketemu cowok ketjeh *ahhseekk.


Zoom out


Zoom in











Alrighty, that's all review saya tentang 2 produk hasil kebluwuk buruan saya. Semoga bermanfaat buat yang lagi maju mundur mau beli primer dan eyeshdaow ini. Kalo dibilang worth it? iya worth it kok. Gak bikin kantong jebol dan juga warnanya masih bisa dibilang all the time colours alias gak bakal basi. 







Read More

Wednesday, June 29, 2016

Review Eyeshadow Sariayu Sentrajava-Karimunjawa, Sentrajava-Lasem, Papua P01, Papua P02, Rimba Sumatera-Toba


Sesuai dengan gambar di atas. Mau sebanyak apapun kita punya eyeshadow ya buukkk..tetep kita merasa kuraaangg pemirsahh. Padahal dalam palet eyeshadow yang kita punya udah ada tuh warna untuk smokey eyes, biru, ijo royo royo, kuning gemilang, dan sebagainya *terus lirik beauty case. Selain lipstik, rasa-rasanya eyeshadow juga benda perdandanan yang juga diburu untuk dikoleksi. Terlepas mau kita bisa makenya atau gak hahaha, pokoknya punya dulu, makenya ya ntar-ntar aja kalo ada acara *padahal juga gak begitu sering dapat invitation.

Kalau mau ditanya, kenapa siy kok punya banyak banget eyeshadownya Sariayu?. Jawabannya adalah yang pertama awal mulanya curious dengan produk lokal yang selalu hits ini. Bisa dibilang ini produk udah lama banget tapi tetep aja bertahan, berarti produknya bagus donk yah. Yang kedua, ternyata setelah nyoba tester di salah satu counternya, warna dari eyeshadow ini nampol banget. Keluar warnanya cuma dengan sekali ulas. Jadi kalo mau coba-coba untuk ulas 2x, bisa jadi deh habis gitu kita 11 12 sama badut.

Mari kita riviu satu per satu eyeshadow yang nimbun di beauty case saya.


  • Pesisir Sentrajava-Karimunjawa
Di postingan saya mengenai lipstik Sariayu (lihat di sini), saya membeli eyeshadow karimunjawa biar genap pembelanjaan saya jadi 150ribu dan dapet lipstik gratis.

Selalu suka sama packaging dari Sariayu yang etnik Indonesia banget


Untuk packagingnya, selalu juara buat saya. Penuh motif dan grafis Indonesia. Jadi gak monoton kayak palet-palet eyeshadow lainnya.

Warna-warnanya berani

Awal lihat eyeshadow ini saya cuma membatin, WOW!. Liat deh dalam satu kemasan ada 3 warna gonjreng. Hijau, Kuning, dan Ungu. Kebayang gak gimana jadinya kelopak mata kalau dijejelin warna hip hip hore begini. Inspirasi warna-warna ini datang dari Karimunjawa. Pernah ke sana?. Tahun 2011 saya pernah backpacking dengan teman ke sana. Bener-bener cantik ruarr binasaa. Pemandangan, air laut yang jernih, semuanya dituangkan ke dalam warna ini. 

Kemasan di dalamnya sudah termasuk kuas kecil dan cermin kecil memanjang di bagian dalam penutupnya. Buat saya, kuas dan cermin ini kurang membantu. Jadi saya tetap menggunakan kuas make up saya sendiri. Untuk cerminnya terlalu kecil, gak puas rasanya kalau mau dendong tapi gak nampak seluruh wajah.Di eyeshadownya terdapat embose motif burung. Kreatif deh.





Kira-kira begini warna inspirasi dari alam karimunjawa (coolephotography.co.uk)

Dan lagi-lagi saya takjub, WOW!. Setelah diaplikasikan warnanya jadi cantik sekali. Sembur-sembur, hihihi. Kepenasaran saya terbayar sudah, jadi gak nyesel sudah beli eyeshadow ini. Ternyata tim kreatif dari Sariayu mayan juga dalam mengambil inspirasi warna Indonesia. Boleh niy dipake kalo girls nite out, yeay!.

  • Sentrajava-Lasem
Jujur saya belum pernah mendengar kata Lasem. Kok kayak nama buah ya (langsat). Iseng sayapun browsing, ternyata Lasem ini adalah nama kota di Jawa Tengah dimana kebanyakan dihuni oleh etnis Cina, oleh karena itu juga dikenal dengan sebutan "Tiongkok Kecil". Kenapa kebanyakan etnis cina yang tinggal di situ? karena kota ini merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa ke Pulau Jawa (sumber: wikipedia). 

Penduduk Lasem (nationalgeographic.co.id)
Nah terus apa hubungannya dengan warna-warna pinky ini dengan kota Lasem?. Pernah dengar batik Lasem?. Saya loh baru dengar ini. Biasanya taunya batik Solo, Jogja, Pekalongan, Madura, nah ini ada batik Lasem.


Batik Lasem (wikimedia.org)
online.marthatilaarshop.com

Warna-warna berani pada batik Lasem inilah yang menginspirasi Sariayu untuk meluncurkan eyeshadow seri Lasem. Tuh kan, coba kalo saya gak maen-maen ke counternya Martha Tilaar, mana saya tau kalo ternyata ada kota yang bernama Lasem. Sepertinya jadwal liburan boleh niy diagendakan ke sana.

Kebanyakan warga lanjut usia yang tinggal di sini (fotokita.net)


Jangan salah ya dengan eyeshadow ini. Gak usah banyak-banyak ngulaskan pake kuas,cukup sedikit aja warnanya langsung menggelora. Pernah waktu itu kebanyakan ngoles-olesin di kuas, pas dipake ke kelopak mata, waduh berasa habis tanding tinju sama mike Tyson. Pinknya banget pake nget lagi. Jadi kayak habis berantem sama orang sekampung. Oh iya, sama dengan seri Karimunjawa, di eyeshadow ini juga terdapat embose motif burung. Sayang banget kalo mau make, embosenya lama-lama bisa hilang. Di dalam palet ini terdapat 3 warna, yaitu Pink agak kecoklatan, Fuchsia, dan pink muda. Mungkin saya bilangnya Pale Pink karena pucat banget. Jadi untuk pale pinknya saya gunakan untuk mengisi di bawah alis. Untuk warna seperti ini pernah saya gunakan di acara engagementnya adek aku, kebetulan warna dress aku pink seperti ini. 





  • Papua P01
Tanah Papua, tanah yang belum saya injak apalagi jelajahi. Tiket ke sana masih belum terjangkau buat saya. Tapi suami sudah pernah ke sana, itupun juga karena tuntutan profesinya. Dan Sariayu lagi-lagi meluncurkan trend warna 2015 yang terinspirasi dari alam Papua. 

Supercute packaging

Bagian dalam palet

Untuk warna dari P01 ini terinspirasi dari burung khas dari Papua yaitu burung Cendrawasih yang cantik sekali. Menurut saya warnanya unik tapi masih nyambung. Ada biru tua, warna silver di tengahnya dan hijau. Untuk warna silver yang di tengah itu berbentuk krim, jadi makenya bisa pake jari. Bisa digunakan sebagai primer eyeshadow. Sariayu juga mengeluarkan khas embosenya pada semua produk dekoratifnya. Untuk yang seri Papua terdapat embose etnik Papua.




Oke, untuk yang satu ini, bisa dibilang saya buruk. Buruk sekali malah dalam mengaplikasikan warna dan mebaurkannya. Gak tau kenapa kok rasa-rasanya sulit sekali menyatukan warna biar harmonisasinya tercapai. 

  • Papua P02
Kemasan bagian luar

Kemasan bagian dalam

Awalnya saya membeli warna aman ini dikarenakan eyeshadow warna terracota saya remuk redam jadi serpihan. Biasa, kalo punya anak kecil, mana ada siy make up emaknya yang aman terkendali. Sebenernya untuk P03 warnanya juga warna tanah, tapi lebih terang aja kata BA nya. Berhubung stok lagi kosong, jadi saya membeli yang ini. Sampai di rumah waktu mau saya gunakan, saya kecewa berat, karena ternyata warnanya sangat sangat tenggelam dan gak nampak. Saya sudah mengulasnya berkali-kali tapi tetep aja kurang nampol. Padahal beli warna tanah atau warna terracota itu biar bisa dipake sehari-hari, hiks.




  • Rimba Sumatera-Toba
Kalau lihat namanya saya berasa mau mudik. Iya, papa saya orang sumatera, tepatnya siy Pujakesuma ( Pemuda Jawa Kelahiran Sumatera ). Pernah kita mudik ke Medan mengunjungi sodara-sodara, mampirlah kita ke Danau Toba dan nyebrang ke Pulau Samosir juga. 

Oke jujur aja saya beli eyeshadow ini karena saya butuh warna hitam tanpa efek pearly untuk bikin smokey eyes. Saya sebenernya sudah punya palet eyeshadow The Face Shop warna gotik, tapi warna hitam di situ ada glitter2nya dan saya kurang suka. Bisa dibilang dari palet Toba ini cuma make warna itemnya doank hihihi.


Packaging nampak depan dengan hiasan buunga Raflesia Arnoldi
Bagian dalam kemasan

Keterangan pada bagian belakang
Untuk kemasan dari palet eyeshadow ini bentuknya lebih kecil daripada Papua maupun Sentrajava. Gak tau kenapa, mungkin biar lebih travel friendly kali ya. Pada bagian eyeshadownya terdapat embose kupu-kupu. Sudah bonus kuas mininya dan juga cermin di dalamnya.

Warna-warna yang diluncurkan untuk seri Toba ini ada 3 warna, hitam, hijau muda, dan oranye. Menurut saya yang warna oranyenya lebih nampak ketimbang warna tanah di Papua P02. Sekali diulas aja sudah cukup dan terdapat sedikit pearly. 




Fiuhh, selesai juga ngebahas eyeshadow kali ini. Lumayan olahraga tangan dan mata, bolak balik eksperimen warna, xixixi..

Terus terang saya masih in mission koleksi eyeshadow dari sariayu ini, karena warna-warna yang diluncurkan berani. Hahaha, gak bermaksud mau jadi sok jagoan juga tapi penasaran aja dengan hasil akhir riasan setelah dipake. Dan selalu setiap tahunnya, saya menunggu kira-kira seri apa lagi ya yang dikeluarkan. Surprise me please..

Xoxo




























Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com