Showing posts with label 2 menit aja. Show all posts
Showing posts with label 2 menit aja. Show all posts

Tuesday, January 24, 2017

Cek Apa Yang Kamu Miliki

Courtesy as written above

Check...check..is this mic on?.

Yuhuuu...bosen gak ya kira-kira kalo saya nulis postingan tentang curcol? *nyehehehehe...
Gini, postingan ini sebenernya iya mengandung unsur curcol, tapi selebihnya adalah usaha saya untuk mensugesti pikiran dan jiwa saya sendiri. Syukur-syukur kalo bisa bermanfaat untuk orang laen yang sedang baca tulisan saya ini sekarang. Are you reading it now??.

Terima kasih buat yang masih scroll down dan meluangkan waktu sejenak buat ngebaca. Jadi gini, tulisan saya yang ini saya dedikasikan untuk semua manusia, baik cewek maupun cowok, tua maupun muda yang sekiranya sekarang lagi di posisi abu-abu. Antara rela dan gak rela. Antara ikhlas dan berharap bisa memiliki namun tidak bisa. Pernah di posisi ini?. YA PASTI KELEUS!. *bloggernya norak deh*.

Hidup itu tidak akan lepas dari masalah. Baik itu datangnya dari internal dari kita sendiri maupun dari eksternal. Masalah di sekolah, kuliah, tempat kerja, rumah tangga buat yang sudah berkeluarga. Bahkan sudah mati pun masih harus berurusan dengan adzab dari Sang Pencipta. Repot toh, semakin dipikir semakin babak bundas kepala incess. Tuhan sudah mengaruniai tiap-tiap individu dengan perasaan. Perasaan sedih, marah, hepi, iri dengki, you name it lah. Dan itu normal, alamiah kok. Dari sekian perasaan itu juga diimbangi dengan hadirnya otak untuk berpikir. Dua items ini gak boleh bersinggungan. Harus berjalan secara harmonis. Ibarat laki dan perempuan lah, saling melengkapi. Di saat si feeling ini sedang merasa sedih, si otak berusaha menenangkan dengan memberikan fakta-fakta untuk mensugesti diri sendiri agar jangan terlalu bersedih hati, dengan berjuta alasan mencounter attack "kesedihan" itu.

So, sekarang ada yang lagi merasa sedih?iri?. Merasa dunia ini tidak adil dengan anda?. Yuk mari kita preteli satu-satu. Apa siy yang bikin diri kita merasa sedih atau iri?. Misalnya, itu tuh si A dia barusan aja dapet cowok ganteng, kaya, super duper baek. Setiap hari ngeliat di medsos, isinya mereka dinner di tempat-tempat hits, shopping baju2 kece. Sedangkan cowok aku? boro-boro ganteng. Pake minyak wangi aja kagak. Hmm..ayo otak, bantu si feeling niy. Doski lagi KZL keliatannya. Daannn...si otak pun berbicara. Coba kita tengok ke kehidupan diri sendiri. Apa-apa yang sudah kita miliki?. Kalau membandingkan 2 cowok, cowok si A dan cowok kita sendiri, rasanya enggak adil untuk dikomparasi. Kita sendiri pun bete kan kalo dibanding-bandingin dengan orang laen. Pasti pembelaannya "Aku kan beda dari dia, jangan disamain donk". Nah begitu pula dengan kaum laki-laki. Merekapun juga anti untuk dbanding-bandingin dengan cowok lain. Daripada melihat apa yang tidak dimiliki dari orang yang kita sayang, kenapa kita tidak melihat apa kelebihan dari pasangan kita itu sendiri. Iya, mungkin pasangan kita kurang ganteng ketimbang Zumi Zola misalnya, tapi pasangan kita selalu hadir di setiap rasa sedih kita, menghibur hati kita, menenangkan dengan kata-katanya yang manis manja grup. Ya, mungkin pasangan kita kurang kaya seperti Donald Trump, tapi dia berusaha memenuhi apa-apa yang kita butuhkan yang tidak berwujud materi. Misalnya, selalu ada di setiap malam minggu, selalu menelpon dan ngabari kegiatan atau cuma telpon-telpon tipis setiap beberapa jam. Ya, mungkin dia kurang wangi, so kenapa tidak kita utarakan bahwasanya bersih itu sebagian dari iman, wangi juga dianjurkan oleh Rasulullah lo bagi kaum laki-laki sebelum berangkat sholat Jum'at. Maaf, ini berdasarkan atas keyakinan saya. Buat yang berkeyakinan lain, tidak ada maksud SARA. 
courtesy of bigstock inspirational
Duh, bloggernya nulis beginian, klasik atuh, wes ngerti kalo lebih banyak bersykur. Nah kalo sudah mengerti, kenapa masih mengeluh? berarti belum bisa ikhlas akan takdir yang sudah dibuat oleh Tuhan untuk kita. Merasa gak pede si A jauh lebih cantik daripada kita. Hey! ngana merasa gak cantik? coba cek kembali. Ngana sudah berkeluarga?sudah punya pacar?sudah punya tunangan? berarti ngana laku dan di mata pasangan, ngana seperti Adriana Lima. 

Merasa pekerjaan kita membosankan, gak menantang, gajinya kecil sedangkan kebutuhan semakin meningkat. Lihatlah ke bawah, di luar sana ada banyak orang yang membutuhkan pekerjaan tapi belum dapat. Atau coba lihat para pemulung sampah yang tiap hari harus mencium bau sampah, sedangkan mereka harus mengais-ngais timbunan sampah untuk dicari nilai ekonomisnya. Kalo gak gitu, mereka gak bisa dapat uang untuk kehidupan sehari-hari. Bisa makan 3x sehari bagi mereka aja udah untung, boro-boro mikir beli jajan dan baju baru. Betapa lebih beruntungnya hidup kita daripada mereka.

Hidup itu pilihan. Pilihan mau maju atau mau begitu-begitu aja. Pilihan mau bahagia atau menyalahkan dunia. Pilihan itu ada di tangan kita sendiri dan bagaimana si feeling dan si otak bekerja bersama-sama. Tuhan itu Maha Adil seee...adil-adilnya. Tuhan pun juga seneng kalo dicurhati apalagi dimintain sesuatu dari umatnya, maka jangan lupakan Tuhan di kehidupan keseharian kita. Apa yang terjadi dalam hidup kita sudah skenario Tuhan. Tuhan itu mau ngapain kita siy kok dikasi masalah dan kondisi hidup seperti sekarang, tentu ada alasannya. WHY nya ini yang musti dicari. Jangan menyalahkan Tuhan. Jangan lupa juga untuk mengoreksi setiap langkah kita. Jika kita punya salah minta maaflah, jika kurang bersedekah, maka bersedekahlah. Karena sedekah kita bisa meringankan beban seseorang. Dan Tuhan juga pasti akan meringankan beban kita.

Jangan melulu bercermin alias selalu mengaca ke kehidupan sendiri. Tapi berusaha juga untuk menjadi manusia yang berguna untuk manusia lainnya. Bisa membahagiakan seseorang tentu ada rasa bahagia tersendiri bagi kita. Tuhan pun juga pasti akan membahagiakan kita dengan cara-NYA.

Kira-kira begitulah hasil pemikiran saya yang amatiran ini. Bagi saya, sampai detik ini bisa bernafas, bisa melihat dan bisa menulis blog adalah suatu anugerah luar biasa yang tidak bisa ditakar dengan materi apapun. Coba tutup mata kita. Bayangkan apa yang anda lihat itu gelap gulita. Bayangkan kalo anda tidak bisa melihat alias buta. Stress gak kira2???. So, be grateful.


Read More

Beauty Advisor oh Beauty Advisor

Selamat soree...

Hari ini di Surabaya mendyung-mendyung manjiahh menggeliat. Rasanya pas sekali kalo saya bisa bobok-bobok anggun. Tapi semua itu batal soalnya krucils pada ngrengek minta diajak main di luar. Huff..bete? iyaaa...se bete saya dengan mbak-mbak BA produk kecantikan.

Pernah nggak ngalamin digiring mbak-mbak BA, spg produk kecantikan atau make up, ke produk yang sebenernya kita itu enggak butuh?. Yakin dehhh... 99,99% pasti jawab PERNAH. Termasuk saya niy, korban digiring arahan dari mbak BA produk kecantikan. Mau dibilang curcol? ya eyalahhh terpampang nyata dari judul postingan, hihihi..
courtesy of whisper


Postingan ini enggak bermaksud menyudutkan profesi seorang BA atau spg produk kecantikan. Karena biar gimanapun, tanpa mereka, kita juga jadi minim info tentang produk mereka kan. Tapi apa jadinya kalo sedari awal kita udah buta info, udah bilang kalo butuh produk tertentu, eh malahan digiring untuk membeli produk yang mbleset dari yang dibutuhkan.

Nah ceritanya, suatu ketika (tsaahh..), saya ngemall sama suami dan anak-anak. Seperti biasa, di mall itu suami saya lagi cari action figure koleksinya. Terus setelah itu saya minta dianter ke counter produk kecantikan. Niat saya mau cari sunblock. Pas lagi muter2 ngelewati salah satu counter, kebetulan dia majang botol sunblock wajah. Wah pas niy kata saya. Langsung deh cuss nanya2 tentang sunblock yang mereka punya. Si mbak BA ngeluarin 2 jenis sunblock, yang satu kalo isi sunblock itu sebenernya berwarna seperti foundation dan jika dioleskan meninggalkan sedikit warna, walaupun si mbaknya bersikeukeuh kalo ini hasilnya transparan. Dan jenis yg satu lagi tinted. Nah kalo yang tinted ini saya gak suka, takutnya berat dan juga saya kadang suka pake foundation, bb cream atau concealer. Muka bakal berasa tebel niy kalo maen timpa-timpa segini banyak, gak deh makasiy. Jadi pilihan jatuh ke sunblock yg berwarna tapi transparan (kata mbaknya) tadi. 

Sebenernya saya masih kepengen cari sunblock yang krimnya emang gak berwarna seperti foundation, tetep takut bakal berasa tebel. Kebetulan sebelah itu counter yg masih sodaraan sama produk yang saya lihat. Si mbak BA nya nyelonong aja masuk ngambilin salah satu produk sunblock yang mereka punya. Mbak BA yang asli lagi gak ada, sepertinya lagi istirahat. Yah, secara masih satu company, jadi si mbaknya ngerti dikit-dikit lah. Salah satu produk sunblock yang diambil si mbak BA itu dicoba dioleskan ke kulit tangan saya, dan waoowww meninggalkan kesan whitecast yang white banget nget. Otomatis lah saya tolak. Buju buneng, berasa kayak pake bedak bayi ditemplokin ke muka donk jadinya. Dan si mbak lagi-lagi mengarahkan saya untuk membeli sunblock produk yang dia gawangi. Yah sudahlah, saya lelah dengan segala rayuan dan segala deskripsinya yang was wis wus, saya aja sampek gak inget ngomong apaan ya waktu itu. Akhirnya saya ke kasir bayar itu sunblock.

Lepas dari kasir, iseng lagi saya lewat di counter yang jual produk sunblock yang meninggalkan kesan whitecast itu tadi, ealaahhh tau gak. Ternyata di etalase meja counter itu, juga dipajang produk lain, gak cuma sunblock whitecast tadi. Ada 2 jenis, yaitu sunscreen dan satunya lagi sunblock tapi keliatannya versi biasa gitu. Nah, napa si mbak tadi gak ngeluari yang dua ini???. Karena saya udah kesal dan kecewa, ditambah udah terlanjur beli, saya buka donk hape, syuttt..ketik2 google dan coba browsing tentang produk ini. Walah ternyata sunscreen dan sunblocknya ini teksturnya gak berwarna. Persis seperti yang saya butuhkan, karena saya memang maunya sunblock tanpa warna seperti foundation kaann...kaaannn.

Kalo udah gini, siapa yang bete? pak RT?. Maka dari itu, beberapa BA membuat saya kecewa, karena mereka terkesan memaksakan saya membeli produknya dimana produk tersebut udah saya bilang di awal, kalo saya membutuhkan produk dengan spesifikasi tertentu. Daannn...mereka seolah-olah menggiring saya dengan no option. Memang produk yg saya beli jauh lebih mahal ketimbang produk yang gak dikeluarin si mbak tadi. Ya sudahlah, saya coba berpositif thinking ada harga ada rupa. Semoga memang produknya jago bener nangkis sinar UV dengan segala kekuatannya.

Pembelajaran buat saya, next time kalo emang gak ada produk sesuai yang saya mau, saya berusaha memburu sampek dapat dan ngeliat lebih teliti di meja-meja counter produk apa aja yang dipajang tanpa harus terganggu dengan deskripsi endesbra endesbre si mbak. 

Ada yang pernah seperti saya?


Read More

Monday, May 16, 2016

Antara Aku, Jari, Dan Media Sosial


Jujur aja beberapa bulan ini, saya dan beberapa sahabat lagi getol-getolnya komunikasi menjalin silaturahmi lewat layanan chatting di handphone *mau bilang grup di BBM susah amat.

Dan obrolan kita yang hits itu seputar kagak-berani-mengkritik-kelakuan-seseorang. Bukan gak berani siy, tapi lebih tepatnya nyali kita terpaksa di-nol kan. Mengingat akan berpengaruh ke nama baik seseorang.

Jadi ceritanya gini, ada temen saya ceritanya laporan pandangan mata tentang temannya yang suka banget curhat di medsos. Apapun itu, mulai dari pekerjaannya, kegiatannya mulai dari bangun tidur, kuterus mandi, tak lupa menggosok gigi, de el el, termasuk kehidupan rumah tangganya. Kehidupan rumah tangganyapun ya berbagai episode. Episode galau, episode pasangan nraktir candle light dinner, episode dipromosikan, yah gitu deh. Suatu ketika, temannya temen saya *elah*, curhatnya kebablasan. Sudah menjurus akan berakibat memburuknya nama baik seseorang. Saya pun juga gak akan menceritakan dengan detil apa isi curhatannya, karena mengandung privasi orang tersebut. Intinya siy apa yang dia posting itu bisa dibaca orang-lain-yang-berkaitan-dengan-isi-curhatannya-dan-bisa-menjelekkan-image-dan-nama-baik-seseorang. Nah loh panjang kan. Gini deh gampangannya. A curhat tentang kehidupannya di medsosnya. Nah kl di medsosnya kan banyak tuh friend listnya. Misal B baca tuh postingan. Disebarin ke temen-temennya, salah satunya si C. Nah si C ini bisa ngelabrak lah istilahnya. Yang rugi kira-kira siapa? yang jelas ke yg mosting lah. Tapi tak terlepas juga ke pasangan.

Oke, sayapun juga sudah melewati masa cabe-cabean *pernah muda maksudnya hihihi. Saya juga siy pernah melakukan hal serupa. Posting-posting gitu curhat ke facebook. Mulai dari dapat uang kaget, ditraktir es oyen sama temen, sampai film Dono, Kasino, Indro yang legend itu. Dulu saya ngiranya dengan posting apa yang terjadi di kehidupan kita, isi uneg-uneg kita, saya akan mendapatkan respon. Mbuh itu cuma sekedar like ato balasan komen. Gak tau juga kenapa, pokoknya asik aja gitu kalo kita posting sesuatu dan dapat balasan. Seperti menang lotre, girangnya gak ketulungan dan mendapat perhatian dari khalayak ramai *ahsekk gak bahasaku. Seiring dengan bertambahnya usia *semoga keriput-keriput gak juga nambah*, saya menemukan bahwa nyampah curhat di medsos itu malah bikin saya menelanjangi diri sendiri.Yang tadinya berharap mendapat respon dan perhatian melalui postingan kita, sekarang justru berbalik menjadi skeptis.

Barusan saya nonton acara lawak ILK di tv, sambil ngelonin anak. Di situ kebetulan juga membahas tentang curhat di medsos. Banyak opini-opini yang dilontarkan dari narasumber lawakan yang namanya suka disingkat. Dan kalo singkatannya dijabarkan malah menjadi suatu komunitas tertentu. Ah saya lupa apa ya salah satunya, hihihi..habisnya peserta ILK mah gitu, kepanjangan kalo bikin singkatan, jadi lupa deh. Tapi asli lucuk. Oke, lanjut. Saya ambil point-point penting aja ya tentang bagaimana menyikapi dan kenapa orang suka curhat di medsos.

Nyang pertama. Curhat di medsos?no way!. karena itu termasuk membuka aib dan rahasia pribadi kita. Jadi sebaiknya rahasiakan kehidupan kita sebagaimana kita merahasiakan ibadah kita. So, jawabannya, dilarang curhat di medsos.

Number two. Orang yang suka curhat di medsos menunjukkan miskinnya jumlah teman nyata. Kalo orang normal niy yah, begitu ada masalah, lari ke sahabat dekat untuk curhat, atau bersandar mesra ke pundak pasangan sambil berbagi keluh kesah. Nah kl gak punya teman? u know the answer.

Nomer tiga. Orang yang suka curhat di medsos adalah orang yang butuh perhatian dan terkesan ingin menjadi self-centered. Orang yang suka jadi pusat perhatian lahhh...tapi ya gak juga dengan jalan umbar-umbar kehidupan pribadi jugak demi mendapat komen, jempol, atau emoticon. Pusat perhatian cukuplah foto-foto cetarnya jeng Syahrini di Eropah.

Yuhuu ke4. Orang yang suka curhat di medsos menunjukkan bahwa dirinya belum dewasa. Jadi masih labil gitu kah? masih anak ingusan ya mbak?. No, usia bukan berarti menunjukkan semakin dewasanya seseorang loh. Seperti grafik parabola (setengah lingkaran). Saat telah melewati titik terpuncaknya, maka akan semakin turun kan?!. Nah begitu pula dengan manusia, saat sudah melewati titik terpuncak di usianya, maka sifat manusia akan kembali menjadi anak kecil seiring dengan bertambahnya usia. Almarhum kakek saya dulu juga seperti anak kecil aja sikapnya dan jadi lebih manja.  Jadi saya sudah masuk kategori dewasa donk yah hihihi.

Terus medsos gunanya untuk apaan? kan kite-kite anak kekinian pengen berekspresi. Ya sudah, kan sudah jelas noh, kalo kita harus merahasiakan kehidupan kita sebagaimana kita merahasiakan ibadah kita. Kalo gitu kita posting resep makanan sama makanan ajiaahh...
Read More

Sunday, January 30, 2011

New York oh New York


Sebenarnya postingan yang ini lebih ke jeritan hati. Sebuah perjuangan anak bangsa yang ingin menginjakkan kaki ke negara bagian impian semua orang tapi selalu gagal. Mulai dari gak dapat libur dari bos, jadwal  tabrakan dengan kawinan kakak, nungguin kucing melahirkan, sampai sudah berangkat tapi terhalang gara-gara cuaca buruk *Lharr!! Petir menyambar.
Begini ceritanya..

Awalnya saya berniat untuk pergi mengunjungi sepupu yang ada di Amerika, tepatnya di Ann Arbor, Michigan. Sebuah kota kecil yang sarat dengan keunggulan, kreatifitas anak-anak muda, kebersihannya karena bersih adalah sebagian dari iman, sampai gosip pak RT yang rajin mengadakan rapat dengan warganya untuk membahas berapa retribusi keamanan yang harus dibayar setiap bulan. Sepertinya tidak terlalu perlu pake acara bayar satpam, karena polisi di amerika memegang teguh semboyan melindungi dan mengayomi masyarakat. Buktinya di tv-tv, begitu ada toko yang jendelanya pecah aja polisi langsung datang berbondong-bondong dengan bakcsound sirinenya yang sontak bikin maling yang tadinya mau mencuri lollipop anak TK, langsung lari menceburkan diri di sungai. ( emangnya razia bencong mbak ).

Mengingat amatlah mustajab bagi saya untuk pergi ke Amerika dari Indonesia, maka saya memutuskan untuk pergi dari Muscat, Oman, tempat saya mengabdikan diri saya sebagai  sosok karyawan yang pekerja keras, loyal dengan perusahaan, dan rajin mengucapkan Kief al khal (baca: apa kabar dalam bahasa arab ) setiap pagi untuk menyapa teman-teman kantor. Dan tidak jarang pula beberapa dari mereka meminta tanda tangan saya sebagai kenang-kenangan *wuss..

Ok, setelah saya request ke bapak saya untuk membuka kartu kredit di sebuah bank swasta yang katanya bank lokal dunia, terpenuhi, maka beliau memohon dengan amat sangat sekali lagi kepada bank lokal dunia itu (Baca: HSBC ) untuk membuat kartu suplemen untuk saya. Mengingat aplikasi kartu kredit saya sudah ditolak berkali-kali karena saya terbilang pengangguran dan tidak punya pekerjaan di Indonesia. Jadilah kartu kredit tambahan itu khusus saya gunakan untuk membeli tiket pesawat online. Tidak hanya itu saja, tempat penginapan, tur bis pun sudah saya booking jauh-jauh hari agar semuanya mudah. Begitu mudahnya menggunakan kartu kredit, jadi saya anjurkan buat rekan-rekan untuk mempunyai kartu kredit daripada uang.lanjut!

Setelah menimbang-nimbang, keliatannya lebih asik pergi ke New York daripada Michigan. Kata mbak Alicia Keys,  in New York, each street will make you feel brand new and nothing you can’t do. Jadi dengan nawaitu agar merasa tampak brand new, akhirnya saya membeli tiket ke New York. Saya pikir banyak juga yang bisa dikunjungi di sana. Seperti Times Square, daerah yang tidak pernah tidur karena terlalu banyak starbucks keliatannya. Patung liberty, Empire State building dan kalo mau ziarah ke World Trade Center juga bisa. Ah, benar-benar gak rugi deh ai ke sana, pikir eke.

 Tanggal 27 desember 2010 saya berangkat dari Muscat, Oman dan transit di Amsterdam naik pesawat KLM. Saya juga gak tau kenapa judul pesawatnya hanya selesai di M. kenapa tidak dilanjutkan sampai Z, jadi KLMNOPQ…Z. *bengong

Begitu saya tiba di Amsterdam, jeduarr!! Pesawat saya dari Amsterdam ke New York ternyata di cancel. Bandara John F. Kennedy telah ditutup selama 4 hari karena badai salju yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang. Saya pikir, ah pasti sudah di rebooking untuk penerbangan selanjutnya.

 Datanglah saya ke KLM travel desk dan dengan santainya bertanya untuk penerbangan selanjutnya. Ternyata sudah beratus-ratus orang mengantri sejak 4 hari yang lalu untuk ke New York. Si mbak-mbak petugas memasukkan nama saya ke waiting list tapi dengan PS: mission impossible dapat seat. Ahh..saya yakin pasti ada. Guru mengaji saya selalu berkata, jika kita rajin berdoa dan meminta pasti dikasi oleh Yang Di Atas. Ok mbak, taruh nama saya di waiting list. Dengan harapan mudah-mudahan ada yg kolaps jadi seatnya bisa untuk saya. 

Begitu saya datang ke boarding gate penerbangan berikutnya, banyak penumpang yang sudah beramai-ramai menunggu. Saya mengantri untuk melewati bag  screening dan mbak-mbak di belakang saya bertanya dengan sang petugas.

“Excuse me sir, bener ini gate penerbangan ke New York?”
“Yes, maam”
“ Could you please bla bla bla “
Si mbak mulai bertanya panjang lebar. Saya dengan sedikit kesengajaan ingin mendengar mbak ini bertanya apaan  ke sang petugas.  Tapi ternyata tatapan saya tidak lepas dan selalu tertuju kepada sang sir tadi yg rupawan. *Mata berbinar2 ala shinchan
“You can ask the lady inside the boarding gate maam”
“But I want to make sure first before entering”
Sekali lagi saya peduli setan dengan pertanyaan sang mbak dan tetap memandang sang sir itu.* mata semakin berbinar-binar memandangnya tak jemu-jemu.
“I’m sorry maam, I’m just a security”
What?!! Ternyata sang sir adalah security??. *Hening sejenak…krik..krik..krik..
 Ah bodo ah yang penting layak untuk ditonton dan lumayan sambil nunggu antrian.
Selesai melewati bag screening, saya duduk menunggu di boarding gate. Berharap semoga ada yg kolaps jadi bisa saya rebut seatnya di pesawat. 

Lama menunggu, saya mengutak-atik iphone saya berlagak seperti buka internet, yang ternyata saya hanya bermain domino. Tengok sana tengok sini, banyak sekali pengunjung yang datang berpasangan. Mulai dari pasutri yang peluk-pelukan karena kedinginan. * Ceileh buk..buk…ngono ae lo  cek ngaleme seh. Juga ada pasangan lesbong yang kissing. *Hadeuhhh…
Sampai beberapa anak muda gaul yang lagi nyuit-nyuitin gerombolan mbak-mbak blonde, berpakaian pink dan membawa Chihuahua di tas. * hehehehe…yang terakhir hanyalah khayalan semata, mbak-mbaknya bawa blackberry kok.

Capek saya menunggu nama saya tidak dipanggil untuk passenger ke New York. Banyak nama-nama waiting list yang akhirnya menjadi passenger, tapi tidak untuk saya. 

Setelah lelah berharap, tidak berapa lama ibu petugas airport bertanya apakah ada dokter di sini. Saya cek kantong saya, tas, dan kresek McDonald sebelah saya dan saya tidak merasa membawa dokter. Ternyata ada salah satu penumpang yang sakit. Gak tau sakit jantung, rematik atau keseleo, yang jelas penumpang ini tidak mungkin untuk terbang ke New York.

 Kembali saya teringat, saya sempat bilang mudah-mudahan ada penumpang yang kolaps jadi saya bisa menempati seatnya, ehh ternyata kejadian beneran. Astaghfirullahalazim, lambeku reekkk..mudah-mudahan ibu yang kolaps tadi cepet sembuh dan mudah-mudahan juga seatnya bisa aq ambil., amiinn…*teteup..gak maw rugi. 

Eh la dalah, ternyata bukan nama saya yang dipanggil, melainkan orang laen. Setelah saya cek, ternyata saya masuk waiting list nomer 28. Hass…mbak..mbak, ngono yo gak ngomong, tiwas dikasi harapan palsu bisa ke New York kali ini. 

Yah harapan untuk ke tempat judul lagunya Jayz sama Alicia keys gagal. Tahun lalu berusaha ke sana tapi digagalkan oleh bos, lalu saya coba tapi gagal juga karena gak ada waktu buat bikin visa. Berikutnya lagi saya coba, eh ada acara lamarannya kakak. Lalu saya coba lagi eh lupa gak punya kartu kredit, jaim donk hihihi…
Kali ini persenjataan lengkap. Kartu kredit ada, visa ada, semuanya lengkap, ealah ternyata cuaca lagi buruk dan bandara NYC ditutup. Opo gara-gara aku katene teko?

         Times Square, New York. Kapan aku isok mrono?


Yah apa daya, berkali-kali memaksakan diri untuk ke New York, ternyata berkali-kali juga digagalkan. Kalo udah bicara cuaca, keliatannya ini amanah dan pesan dari Yang Di Atas untuk belum boleh berangkat tahun ini. *saya mengetik  kalimat tersebut  berusaha untuk tabah dan ikhlas tapi aslinya saya menangis darah karena hotel yang sudah saya booking ternyata gak bisa di refund.

Jadilah saya ke Orlando. Gak kalah seru juga dengan New York. Ada Disneyland, universal studio, Daytona beach and racing park. Meskipun duit saya hangus gara-gara hotel yang sudah saya booking tidak bisa direfund, tapi paling gak, saya fun di Orlando karena ada teman yg membiayai semua transportasi saya di Orlando, lumayaannn…impaslah lek ngono.

 Jadinya aku malah mrene, Universal Studio Orlando, Florida


Blanja baju di outlet. Hanya baju ini yang aku punya, betapa miskinnya aku gara-gara bagasi nyantol di Amsterdam selama 3 hari


Pesan moral : kalo sudah berkali-kali berusaha pergi ato punya hajatan sesuatu dan berkali-kali gagal, artinya cuaca buruk rek, jangan sekali-kali pergi di musim dingin. Wes nang omah ae sambil ngudang kucing


Read More

Tuesday, December 2, 2008

Muda Vs Tua , Blasteran Vs Lokal

Indonesia bener-bener lagi diguyur banyak film. Mau itu film asli kerajinan tangan anak bangsa, atau film import punya Negara tetangga jauh. Saban malem aku udah stand by nongkrong di sofa kesayangan. Sambil nyemil plus ngelus-ngelus kucing, tv aku nyalain. Pertama, stasiun tv lokal dulu. Haduhh….baru 10 detik aku gonta ganti channel tv, mataku udah disuguhin sama sinetron-sinetron dimana bintang filmnya masih muda, baru mekar, masih kinyis dan kalo bicara masih ada aksen londonya.

Buat yang baca ini, sempet ngitung gak udah berapa banyak film-film kita ini yang diserbu sama artis-artis baru lulus SD ( sori om Syekh Puji ) dan blasteran udah pada maen sinetron di sana sini. Jangankan yang baru lulus sd deh, yang udah tuwir macem Cathy Sharon ato Luna Maya juga blasteran. Sepertinya paradigma per-filman kita ( ciee…bahasaku…) udah di set begitu. Pokoknya kalo gak muda dan gak blasteran gak bakal ngetop. Pernah aku iseng-iseng aja niy yah nonton salah sinetron yang emang…..dibintangi sama cowok blasteran. Bweuuhh……..coba di Indonesia ini ada kritikus macam Simon Cowell, pasti dia udh dicerca, dicaci maki, dan dihina dina. Masak aktingnya masih kaku kayak Robocop ( dan itu keliatan banget !! ). Aksen dia bicara dengan ekspresi kaget ato marah bikin aku ketawa sampek kurus kering kerontang. Kalo boleh aku ngomong niy mendingan itu sinetron jadi acara ngeludruk aja bareng Timbul.

Bukannya mau menghina perflman kita, dan jangan dulu men-judge aku tukang kritik yang padahal belum tentu aku emang gak bias acting seperti dia. Tapi coba deh liat, hanya karena casingnya yang emang enak banget dipantengin langsung karir artisnya meroket, sepertinya sudah gak ada yang namanya kualiti personality peniti…
Aku sempet punya pengalaman pribadi. Waktu itu aku lagi di Medan lagi jalan-jalan sama sepupuku, yang kebetulan dia emang mixture antara Indonesia sama Lebanon. Ganteng?? Jangan Tanya sodara-sodara. Lagi enak-enak kita jalan, tiba-tiba ada 2 orang, cowok dan cewek memperkenalkan diri sambil menyodorkan kartu namanya.
“ Permisi mbak..saya dari ******* agency. Ini pacarnya yah mbak?? “, Tanya mbak itu.

“ Wah ini bukan pacar saya mbak, ini sepupu saya. Kebetulan dia lagi liburan ke sini yah saya ajak jalan-jalan. Ada perlu apa yah?? “.

“ Oww..gitu yah. Begini, saya pengen nawarin masnya ini buat gabung di agency saya. Jadi model gitu, ato pemain sinetron. Itu kalo masnya berminat “, jawab mbak itu lagi.

Hahahahahahaha…..sepertinya niy orang bener-bener gak tau sepupuku. Meskipun dia tinggal di luar negeri, tapi jangan kaget kalo ilmu kejawennya juga tinggi, apalagi seluk beluk sinetronnya Indonesia. Langsung aja dia tolak. Oke, ceritanya aku cut sampek sini aja, intinya emang sekarang agency-agency pada cari yang menjual luarnya doank. Kayaknya udah gak ada yah proses casting ato talent search. Bahkan di salah satu acara talent search pun, aku pernah mendengar Melly Goeslaw….sekali lagi Melly Goeslaw, yang waktu itu jadi salah satu juri. Meloloskan salah seorang kontestan yang bakat menyanyinya jelas-jelas dikritik sama juri-juri yang lain. Melly, yang namanya aja udah bikin keder musisi saingan, malah meloloskan dengan dalih wajah dari kontestan itu menjual sekali. Padahal yah…..Melly juga mengakui tuh kalo suaranya rada gimana…gitu. Alhasil setelah perdebatan sengit antar juri, akhirnya kontestan itu lolos.

Kalo mau dicompare sama bintang luar negeri kok beda yah. Di sini kalo gak muda gak bakalan laku. Kalo di Negara lain malah yang tua-tua ini keliatan oke banget. Contoh niy yah, Daniel Craig di Quantum of Solace. Gila niy orang, umur udah 40an lebih tapi staminanya brur…enduro..!!. Pasti dia pake oli pintar yang mencari ke celah-celah yang paling membutuhkan. Ato si Pierce Brosnan deh, cewek mana yang gak bakalan stroke di tempat kalo liat dia.

See, itulah bedanya sini dan sana. Eastern Vs Western. Bener-bener dunia ini berkebalikan. Yah….kalo semuanya sama terus siy gak asik, tapi gak asik kok terus?!.
Read More

Monday, August 25, 2008

Sidang TA

29 Juli 2008 tepatnya jam setengah 2 siang bertempat di lantai dua ruang MT 204 ( aku agak lupa ). Sidang terbuka tugas akhir dimulai. Empat dosen penguji sudah pada siap-siap membawa sniper, golok, ketapel, dan kolintang ( buat backsound ). Gila aja, selama  4 tahun kuliah, yang menentukan kita lulus atau tidak ada di tangan mereka. Komat kamit baca doa sambil memegang handphone, balesin sms-sms yang masuk sambil berlinangan air mata terharu *alhamdulillah aku dapat free 10 sms ke semua operator, tadaa!!

Pak Karokaro, selaku dosen pembimbing yang selama ini membimbingku di jalan yang benar dan tidak dibelok-belokkan, akhirnya membuka sidang. Saya dengan pedenya mempresentasikan hasil TA, baru 2 menit sidang berjalan, sudah di cut!.

Pak Dosen : " Estrid..mbok ya suaranya yang banter...kok malah ngomong dewe sama semut ".
Saya ning nang ning gung : " Oww...maaph..maaph..pak...". *sambil senyum-senyum genit ( kayak berani2o ae nggenitin dosen ).

Yah sekitar 8 menit lebih gak tau berapa detiklah saya selesai presentasi. Singkat, padat, langsing, rapet dah pokoknya, hingga menimbulkan celetukan dari Pak Roro, dosen penguji yang super bikin down mental, hati, jiwa dan raga, bilang
" wah cepet banget presentasimu, sampek saya gak mudeng km ngomong apa ".

*Wadefak???!!!!...........

Total dari semuanya, saya disidang selama 1 setengah jam. Banyak pertanyaan yang sudah saya jawab panjang x lebar tapi tidak tepat sasaran ternyata, hahahahahaha.....hajing!!!. Sampai-sampai kata Dian, one of my gendeng fren, nge add komen

" kamu tadi presentasi kok sambil ndelik di belakangnya layar LCD seh?! kayak film dokumenter, ada tayangannya tapi muka yang ngomong gak ada ".

Makasiy an, untung aja tadi itu bukan film dokumenter tentang hiu kawin. Asli sodara, ternyata kalo hiu kawin lebih rusuh, bikin gempar se laut selatan. Kecipak kecipok sakarepe dewe dan tau tau sudah selese ( walah mbak ini rek...mbahas yang lain ).

Anyhow...semuanya sudah selesai, sidang udah terlaksanakan, sekarang tinggal nganggurnya aja menanti matahari terbit keesokan harinya tersenyum dengan terangnya sampai bikin keringetan, item, dekil.....( sudah mbak, mbalik ke topik ). Loh mbalik tah?? saya sih cuma pengen ngomong itu aja kok, gak lebih.....cuma pengen ngasi selamat aja buat teman-teman yang sudah lulus, selamat menempuh hidup baru dan buat yang lagi TA...semangat yah...monggo...saya diobrak2 mama disuruh nglipetin kardus buat selametan....
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com