Thursday, April 7, 2016

Review Make Over Make Up Remover dan Eye Base Gel Viva


Ahahaha, masih belum bisa move on lihat gambar di atas. Mirip banget sama saya waktu masih abg belajar dendong. Oh well, sekaranggak terasa aja udah jadi mommy2. Teknik bermake upnya udah jago belum ya?hihi..

Oke, kali ini saya mau membahas tentang make up remover (lagi). Setelah yang lalu saya sempet memposting tentang make up remover brand lokal dan interlokal. Sekarang mau review salah satu brand lokal punya. Iya, Make Over!. Brand yang masih sodaraan sama Wardah ini, awalnya saya pikir buatan luar. Kenyataannya enggak. Hanya bahan-bahan untuk pembuatan produk Make Over ini berasal dari Jerman, sedangkan pembuatannya dalam negeri.

  • Make Over Make Up Remover

Pemakaian udah agak lama, jadi isinya tinggal sedikit


Awal membeli produk ini tentunya gak telenji seperti ini. Ada kemasan kartonnya berwarna hitam juga, sesuai dengan warna dominan dari Make Over. Cuma saya udah buang kemasan kartonnya karena saya punya semacam box gitu untuk meletakkan produk2 kecantikan saya supaya rapi. Gak bertebaran di meja rias. 
Produk ini mempunyai 2 lapisan seperti make up remover pada umumnya. Lapisan paling atas berwarna biru, sedangkan yang bawah berwarna bening. Untuk memakainya, tentunya sudah tau kan?! dikocok2 dulu baru dituangkan ke kapas. Ow iya, baca postingan saya tentang make up serba ungu gak?. Nah saat saya ngambil foto, saya membersihkan make upnya pake ini. 

Kekuatan menghapus!hiyaa *ala sailormoon

Kemampuan menghapus lipstik dan eye shadownya boleh lah ya. Gak bikin mata berasa berminyak juga karena lapisan bagian atasnya agak berminyak. Dan gak perlu menuangkan banyak2 juga, mayan bisa irit.
Cara memberihkan eye shadow yang benar kayak gini niy. Tuang make up remover pada kapas secukupnya, lalu usapkan pada kelopak mata bagian dalam menuju luar. Sedangkan untuk menghapus eyeliner bagian bawah maupun eye shadow bagian bawah mata, caranya dengan mengusapkan pada ujung terluar mata bagian bawah menuju ke water line atau bagian dalam mata. Hal ini agar tidak menimbulan kerutan pada mata atau fine line.
Dan cara menghapus lipstik adalah dengan mngusapkan kapas yang sudah dibasahi dengan make up remover dari arah terluar bibir menuju bagian tengah bibir. Misal dari ujung terluar kanan bibir menuju tengah, lalu dilanjutkan dengan mengusap ujung terluar bibir bagian kiri menuju ke tengah. Jadi patokannya adalah bagian tengah bibir. Untuk cara lebih jelasnya bisa lihat youtube channel saya di sini.

  • Viva Eye Base Gel
Waktu itu saya menerima sms dari Viva mengenai pameran produknya di Grand City, Surabaya. Yah daripada galau kocokan arisan gak keluar, boleh deh liat2 mainan sana. Dan saya menemukan ini. Viva eye base gel. Fungsinya pada dasarnya sebagai primer sebelum menggunakan eye shadow, agar tahan lama dan memunculkan warnanya. Tapi bisa juga untuk pelembab mata. Mengandung vitamin E dan ekstrak chamomile untuk menyejukkan mata. 


Kemasannya hanya seperti ini tanpa kemasan karton. Ukurannya hanya 15 gram. Kecil dan pas kalo mau dimasukkan ke dalam pouch. Sesuai namanya eye base gel, jadi bentuknya pun berupa gel bening. Begitu dipake langsung meresap plas!. Gak ada rasa atau sisa2 gimana gitu. Kalo mau diblang adem ya gak juga. Melembabkan? mmm...a bit. Gak seperti kayak memakai lotion atau cream.
Harga dari eye base gel ini murah banget, cuma 11ribuan kalo gak salah. Hahaha, gak nyangka ya bisa sehemat ini. Kemampuan untuk memunculkan warna eye shadow dan mempertahankannya bisa dibilang oke. Eye shadow saya bertahan kok kalo dipakai buat jalan2, kondangan, party2, atau cuma sekedar iseng make up an di rumah *xixixi. tahan sampai kelar acara deh pokoknya *two thumbs up.

Tertarik untuk membeli? bisa lewat webstorenya di www.vivacosmetic.com









Read More

Saturday, April 2, 2016

Review Rudy Hadisuwarno Damage Defense Hair Mask dan Tonik Rambut Mayangsari Sariayu


Morning, ritual mandi pagi hari ini dipersembahkan oleh keramas!. Ahh ribetnya kalo punya rambut panjang tuh gini, males untuk keramas. Secara ya tangan pegel ngusap2 rambut dan kulit kepala dan gak berhenti sampek di situ, ngeringinnya itu lo yang ribet, pheww..

But, mau gak mau ya harus keramas. Gara-gara kemaren habis pulang grocery shopping sama kiddos dan lagi hujan deras. Mau ke parkiran ya harus menerobos rintikan hujan. Kepala jadi gatel, rambut juga jadi lepek. Kebetulan juga ini minggu awal April. Ritualku biasanya sebulan sekali adalah memakai masker rambut. Sebenernya dulu itu rutin banget silaturahmi ke salon untuk hair spa atau creambath. Berhubung saat ini lagi pembentongless dan kiddos yang gak bisa diajak kompromi untuk ke salon *suka loncat2 dan gangguin kepsternya.

Produk yang udah pernah aku pakai Hair Mask Damage Defense dari Rudy Hadisuwarno. Dulu sempat ganti pake Pantene Hair Mask, tapi kok jadinya gatal ya dan bikin ketombe. Balik lagi deh ke produk asal. Karena pake ini udah lumayan lama, jadi bisa direview. Nyokk..

  • Rudy Hadisuwarno Damage Defense Hair Mask
Karena rambut aku kering dan sering dicatok, disarankan oleh BA Martha Tilaar menggunakan yang seri Damage Defense.


Belinya waktu itu di counter Martha Tilaar. Rudi Hadisuwarno Cosmetics juga masuk dalam jajaran Martha Tilaar Group.
Oke untuk pake ini rambut harus sudah dalam keadaan bersih, dikeringin sedikit terus baru diusapkan ke seluruh rambut. Didiamkan beberapa saat terus baru dibilas. Simple untuk yang gak punya banyak waktu.



Tekstur dari masker rambut ini creamy tapi gak sticky. Wanginya enak (menurutku siy). Bahan aktif andalan dari produk ini adalah ekstrak bunga matahari yang dipercaya mampu memberikan kelembaban pada rambut yang rusak akibat rambut sering diwarnain, dilurusin, dicurly pake curling iron, dan perlakuan lainnya yang bikin rambut ngambek, gak mau memunculkan kembali kilaunya. Saya siy biasa memakai masker rambut ini cuma sebulan sekali, mau 2 minggu sekali juga boleh. 

Oh iya jangan keramas menggunakan air hangat, karena bisa merusak kutikula rambut. Berhubung saya orangnya gak tahan dingin, setiap hari mandi pake air hangat. Termasuk keramas. Hmm..sepertinya juga harus mulai menahankan diri dengan temperatur air dingin kalo mau cuci rambut. 

  • Tonik Rambut Mayangsari Sariayu
Gak tau kenapa dinamakan mayangsari, apa ada hubungannya sama penyanyi mbak Mayangsari?. Setiap mau beli ini di counter selalu kebayang2 lagu "tiada lagi yang kuharapkan...tiada lagi yang kuimpikan.." *gak tau lanjutannya *tua ya *90s banget.


Ritual menggunakan tonik rambut ini pasteeehh..tidak pernah absen. Selain membantu menyuburkan rambut juga membantu agar rambut sehat, kuat dan lebat. Kenapa lagi-lagi memilih produk ini? karena saya punya pemikiran begini. Kita kan orang Indonesia, jadi kenapa gak menggunakan produk dalam negeri. Awal-awal skeptis gitu, tapi setelah membuka hati untuk mencoba, not bad.





Penampakan dari depan

Ingredients di dalamnya dan yg paling penting no animal testing



Wanginya aku suka deh. Suka wangi rempah-rempah khas asia tenggaa gitu. Semacam jamu tapi gak mengganggu. Mengandung ekstrak daun waru, tinktur cabe (hah?cabe?), allantoin, lidah buaya, daun orang aring dan bahan-bahan lainnya untuk mencegah kerontokan. Ada sensasi coolingnya juga, jadi berasa kepala adem. Adem di kepala juga adem di hati, karena harganya gak menguras dompet *hihi. Cuma 22ribuan. Dan untuk sebotol tonik rambut ini saya biasanya konsumsi untuk 1.5 bulan. Too much? maybe. Secara saya keramasnya 2 hari sekali. Dan setiap habis keramas saya selalu menggunakan tonik rambut. Rasanya berasa makan sayur tanpa garam kalo gak pake ini kelar keramas.

Repurchase? of course, pake ini sudah lama banget. Cuma mbok ya packagingnya diubah gitu. Gak asik soalnya tutup botolnya model ulir, kadang suka jatuh2. Desainnya juga sepertinya begitu-begitu aja ya. Entah agak jadul ato mau mempertahankan unsur tradisionalnya. Walaupun ramuan hair tonic ini tradisional indonesia punya, tapi packagingnya agak modern dikit lah. Maklum saya orang yg syukak sama packaging yang bagus. Atau mungkin bisa ditambahkan ukir2an atau desain khas indonesia seperti pada packaging make up sariayu *maksa.

Oke, semoga review kali ini membantu. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, ntar biar aku follow balik. Ciaobella!










Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com