Thursday, September 15, 2016

[Review Lipstik by Sariayu] Duo Lip Function Kelimutu 2 & Liquid Lip Color Alun Serunai



Mabok lipstik beneran isi beauty case saya hihihi. Mungkin kali ini saya harus mengadakan preloved sale. Beberapa lipstik yang saya beli cuma sekali, 2x pake aja untuk kebutuhan review. Selebihnya, nengkri manjiahh di dalam pouch make up.

Untuk postingan yang ini masih seputar lipstik dari brand lokal ternama Indonesia. Dalam satu kemasan terdapat lipstik dan juga lip glossnya. Sebenernya 2 lipstik ini merupakan edisi lama dari Sariayu. Karena saya tertarik dengan warna dan juga koleksi lipstik warna pink saya belum lengkap. Dulu saya punya lipstik warna pink jeng jeng jeng, dikarenakan bosan dan juga agak males pake lipstik itu yang bikin bibir saya kering. Yuk coba kita lihat hasil buruan saya ini.


  • Duo Lip Function Kelimutu 02
Saya yakin sudah banyak yang mereview tentang lipstik ini. Seri Etnika Nusa Tenggara keluaran trend warna tahun 2012. Yeahh,.udah 4 tahun yang lalu dan saya baru membelinya sekarang. Bukan karena saya gak mau update saat itu, tapi saya memang lebih mencari ke warna yang sreg di hati. Kalaupun itu edisi lama, why not?!.

Etnika Nusa Tenggara adalah tema yang diusung untuk trend warna tahun 2012. Dari segi packaging sudah gak usah diomong lagi, selalu membawa kekhasan Indonesia. Box packagingnya pun di print dengan motif batik warna biru khas Nusa Tenggara. Pernah dengar Danau Kelimutu?. Keindahan alam dan uniknya danau 3 warna itu menginspirasi warna lipstik yang saya beli.

source : katadia.com

Ingredients yang dicantumkan. No animal testing is a must


Motif print batik yang cute


Nomer lipstik tercantum di bagian bawah kemasan

Oke, danau 3 warna Kelimutu ini menurut sumber yang saya baca berwarna biru, hijau dan putih. Tapi lipstik Kelimutu no.02 yang saya beli berwarna pink pucat. Gak nyambung siy, mungkin warna yang dimaksud terdapat pada warna box packagingnya dan juga sheer putih kemilau pada lipglossnya. Langsung aja ke swatch picturenya supaya lebih jelas yang dimaksud.

Bagian lipstik
Signature emboss Sariayu tetap diaplikasikan pada lipstiknya. So cute, jadi sayang kalo mau make. Sekali swatch ke bibir aja udah amblas. Bau bubble gum yang yummie gummie juga masih ada. Bisa dibilang bau aromatherapynya menyenangkan ketimbang menenangkan. Warna dari lipstik ini sebenernya pink agak pucat gitu, tapi di sini seperti warna peach ya. Saya menggunakan kamera handphone Samsung siy. 


Bagian lipgloss

Warna dari lip gloss ini pink pucat dengan efek glitter yang saya suka banget. Gak terlalu bling bling tapi bolehlah bikin bibir nampak basah. Setelah diswatch ke bibir, ternyata warnanya gak pinky gitu, tapi lebih ke clear. Jadi kalo saya menggunakan lipgloss ini doank tanpa lipstik, bibir saya yang nampak agak kehitaman jadi nampak. And it's not good, saya mau bibir saya terlihat fresh dan sehat.

Atas ki-ka : lipstik, lipgloss
Bawah : lipstik + lipgloss

Lipgloss aja
Lipglossnya sama seperti pada lipgloss lainnya. Terasa berat dan lengket.Salah satu segi positif dari lipgloss ini adalah efek bling bling glitternya yang cute tanpa terkesan seperti bola disko.



Lipstik aja
Lipstiknya cukup melembabkan dan gak terasa berat. Cuma yang saya sayangkan dari daya coveragenya yang kurang. Belum mampu menutup warna bibir saya dan terlihat retakan-retakannya. Saya sudah mengaplikasikan lipstik ini berulang kali supaya warnanya keluar, tapi malah terlihat retakan lipstiknya pada bibir . Mungkin saya harus menggunakan lipbalm terlebih dahulu agar lipstiknya rata. Pernah saya pake lipstik ini untuk lunch break sama temen, Warna mudah sekali tergerus oleh makanan. Sebenernya masih ada sisa-sisa yang stain di bibir, jadi gak perlu yang bener-bener re touch up. Malah jatuhnya bibir kita pink natural XD.

Lipstik + Lipgloss
Ahh..saya suka sekali jika lipstik dan lipgloss ini disatu padukan. Warna pinknya dapet, bling bling lipglossnya juga nampak. Bibir saya terlihat fresh namun juga melembabkan. Bisa niy dipake untuk casual date ala bibir barbie. Saya membeli lipstik ini seharga 58 ribuan mungkin, karena saat itu sedang ada diskon 20% dari pameran Sariayu. 




  • Liquid Lip Color Alun Serunai
I will never stop searching the best and the most perfect golden peachy color for lipstick. Saya suka tampilan yang glamour dan stand out baik itu untuk make up maupun dalam hal berpakaian. Nah, salah satu warna kegemaran saya adalah warna gold atau peach yang glam. Kalo dibilang warna nude, no, it's not me. Saya suka yang bold dan menunjukkan bahwa saya ada di sini niy, look at my lips hehehe. Jadi, saya kurang demen warna nude yang seolah-olah kita gak pake make up. Jadilah saya beli seri Alun Serunai dari Trend Warna 2011. Yup, malah jauh kelempar ke belakang, tapi untuk warnanya saya jatuh cintroonnggg.

Boxnya udah saya buang, begini tampilan depannya

Suka dengan printnya

Keterangan nama serinya pada bagian bawah produk

Sisi lipstik cairnya

Sisi lipglossnya

Seperti yang terlihat pada gambar-gambar di atas, bentuk aplikatornya tetap doe foot dan memudahkan bagi saya untuk swatch ke bibir. Aroma bubblegumnya juga masih tetap diusung oleh Sariayu. Easy to glide on di bibir dan pigmented!. Mampu menutup warna bibir saya, tidak seperti lipstik Kelimutu. Melembabkan dan gak berasa berat di bibir. Kekurangannya adalah, wowww...cepat sekali pudar. Saya waktu itu gak sengaja nampol bibir saya dengan tangan, eh warna lipstiknya cepet hilang. Dan saat saya gunakan untuk makan, hilang bersama dengan makanan dan minuman hahaha. Yah musti sedia pocket mirror deh untuk re touch up.

Atas ki-ka : lipstik-lipgloss
Bawah : lipstik + lipgloss
Lipstik aja

Lipgloss aja

Saya belum pernah menemukan lipgloss yang istimewa. Seperti lipgloss yang sangat ringan berasa gak make lipgloss sama sekali. Lipgloss Alun Serunai ini sama seperti lipgloss lainnya lah ya. Sekilas berwarna golden sheer tetapi saat dipakai ternyata crystal clear, gak terlalu berwarna gold. Jadi sebaiknya digunakan setelah  memakai lipstik. 

Saya membeli lipstik ini seharga 63ribu mungkin. Cukup murah untuk mendapatkan lipstik cair dan lipgloss.

Lipstik + Lipgloss outdoor lighting






Oops..hahaha untuk foto-foto di atas adalah foto saya menggunakan lipstik dan ditimpa dengan lipgloss. Saya gak bisa berfoto sendiri niy kalo ada baby bala bala satu ini. Selalu ngikut kalo kamera handphone saya menyala. 


Mudah-mudahan untuk review kali ini membantu, walaupun fotonya ada penampakan model cilik xixixi..oh iya jangan lupa komen dan follow ya..Merci..































Read More

Monday, September 12, 2016

Review EMK : Rescue Serum, Repairing Face Cream, Supra Night Cream, Face Treatment

Butuh nyali yang besar dan mikir bolak balik pas mau beli produk bisnisnya Mbak Maia Estianty. Mehongnya itu lo, gak bisa ditolerir oleh dompet saya. Harga untuk sebuah produknya aja udah mahal, ditambah lagi jualnya masih berupa kurs dollar Amerika. Ampun deh. Kalo saja saya punya no.hpnya Mbak Maia, mau request jangan mahal-mahal ih biar bisa punya kulit kuwinclong kayak dia.

Ungkapan ada harga ada kualitas ini yang akhirnya bikin saya tambah penasaran. Dan saya memutuskan untuk membelinya dan sambil berdoa kepada Tuhan YME mudah-mudahan gak bikin kulit saya beruntusan.

EMK sendiri kepanjangan dari Emilia Karsh, seorang dokter kulit yang berada di balik kepopuleran produk ini. Pada dasarnya, diciptakan EMK skin treatment untuk menghambat penuaan alias anti-aging. Bahan-bahan aktifnya didapat dari plasenta tanaman. Tenang aja bukan dari plasenta bayi. Serem amat.

Saya sudah menggunakan satu rangkain produk ini selama 2 bulan. Boleh deh kita pretelin atu-atu yak.


  • EMK Rescue Serum

Sebelum memulai ritual skin care, umumnya adalah dengan membersihkan kulit wajah terlebih dahulu terus pake toner. Nah EMK juga ada niy tonernya, cuma saya gak beli. Saya menggunakan pembersih dan toner dari ZA milik saya yang belum habis. Setelah itu baru menggunakan serum ini. Diklaim kalo serum ini bermanfaat untuk mencerahkan, menghidrasi kulit, serta memperbaiki kulit agar lebih lembut, menghilangkan kerut dan garis-garis pada kulit akibat penuaan.

Tekstur dari serum ini menurut saya ringan dan gak bikin minyakan. Saya pernah menggunakan salah satu serum produk ternama. Ringan iya, tapi setelah beberapa saat ada rasa berminyak dan itu gak nyaman untuk saya. Alhamdulillah, untuk serum ini saya gak merasa was was lagi hahaha..lah gimana, wong harganya aja udah bikin ngeri. Aje gile kalo sampek gak cocok di kulit saya.

Cara saya menggunakan serum ini gak sendirian, melainkan saya campurkan dengan Repairing Face Cream. Kira-kira begitulah caranya waktu saya liat di instagram EMK yang diperagakan sama Maia Estianty. Menurut saya cara ini lebih efektif, irit, dan hemat waktu. Karena kalo saya makenya bergantian, saya harus menunggu beberapa saat supaya serumnya meresap, habis gitu baru ditumpuk dengan krim. Walah, gimana kalo lagi diburu-buru, apalagi bayi-bayi saya owek-owek bareng2..wes buyar deh konsentrasi.

  • Repairing Face Cream

Krim ini warnanya coklat muda seperti yang terlihat. Baunya pun lucu, seperti bau coklat. Enggak mengganggu siy, toh juga setelah digunakan pada kulit wajah cepat hilang baunya. Tekstur dari krim ini sedikit encer, gak terlalu creamy. Apakah cukup menghidrasi? IYA!. Untuk jenis kulit saya yang kombinasi seperti ini cukup menghidrasi tanpa meninggalkan kesan berminyak, kusam dan bulukan. 

Saya campur serum dan krim ini bersamaan kemudian digunakan pada wajah
Pada gambar di atas, cara saya mencampurkan serum dan krim ini. Saya ambil kira-kira 2x colekan krim dan 2 tetes serum, dicampur dengan jari terus baru digunakan ke wajah. Lebih hemat siy kalo teknik makenya seperti ini.

Fungsi krim ini masih sama yaitu anti aging, memperbaiki kulit, menghidrasi dan mencerahkan. Saya siy gak merasa kulit saya lebih putih seperti produk-produk lain yang memang dikhususkan untuk memutihkan kulit. Cuma memang nampak agak bercahaya lah tanpa lampu petromak.

Setelah menggunakan krim, biasanya saya menggunakan bedak. Supaya kulit gak terlihat kusam mengkilap gitu. Kalo pake EMK ini, saya kadang-kadang malas pake bedak, karena beneran deh gak bikin wajah saya seperti gak mandi. Masih terlihat oke lah, walopun pastinya terlihat ada sedikit cling cling dari moisturizer itu sendiri. Kalo mau hasil tampilan matte, ya baru ditimpa dengan bedak.

Overall, suka dengan moisturizer ini. Tapi kalo disuruh repurchase, sepertinya agak mikir. Berhubung harganya yang gak affordable. Saya masih berniat untuk incip moisturizer dari merek-merek lain.

  • Supra Night Cream
Satu produk yang enggak boleh lepas dari daily skin care saya adalah krim malam. Bayangin aja setelah seharian kita beraktivitas di luar, kena matahari, debu, polusi, belum kitanya mengkonsumsi makanan atau minuman yang sifatnya destruktif ke kulit. Krim malam inilah yang berfungsi mengembalikan kesegaran kulit, merileksasi dan meregenerasi sel kulit mati selama kita tidur.


Krim ini berguna untuk mengurangi kerutan, mengencangkan dan me-renew kulit. Warnanya hijau muda dan lagi-lagi baunya lucu. Kalo saya bilang siy seperti melon hahaha. Mbak Emilia ini bener-bener mengadaptasi produknya dari tanaman.


Kalo ditanya suka gak sama krim malam ini? jawabannya adalah SANGAT!!!. Tekstur krimnya enggak creamy dan juga gak cair. Dan kalo dipake rasanya refreshing gitu deh. Saya gak tau apakah ada komposisi cooling agent nya atau dimasukin mint. Yang jelas krimnya fresh banget seperti air. Gak bikin kulit berminyak dan lengket, tetapi menghidrasi. Berasa gak pake krim malam deh, padahal saya tidur di ruangan ber-AC. Bangun pagi keesokannya, huwaaa...my skin looks glowing..*wink

Repurchase?YES but NO!. Yes karena saya suka dengan produknya, No karena saya gak demen sama harganya T_T

  • Face Treatment

Si kecil mungil ini bikin saya sport jantung. In a positive way and in a bad way. Dari segi positifnya adalah hasilnya sesuai dengan yang dijanjikan. Berita buruknya, duh bude Emilia. Ukurannya cuma 5ml, kenapa harganya menghujam jantung siy. Saya beli harganya 1,6 juta waktu itu *sesek nafas.

Jadi, Face treatment ini atau mungkin lebih dikenal dengan stem cell. Fungsinya juga meremajakan, anti aging dan memperbaiki kulit lah, supaya terlihat lebih cling, sehat, dan bersinar. Digunakannya 2x dalam seminggu udah cukup, gak perlu digunakan setiap hari. Teksturnya bening seperti serum, cuma kayaknya lebih berminyak. Setelah digunakan pada kulit cepat sekali meresap tanpa meninggalkan jejak minyaknya. Kulit serasa diberi lapisan gitu deh, soalnya seketika itu juga kulit saya terasa halus dan smooth. Cukup menghidrasi siy.

Saya pake stem cell ini sebelum tidur dan tidak perlu ditimpa dengan krim malamnya. Supaya pada saat bangun keesokan harinya, saya bisa melihat perubahan pada kulit wajah saya. Hasilnya? AH-MEI-ZING!!.

Wajah nampak putih glowing, terlihat sehat dan seolah-olah ikut perawatan di klinik-klinik kecantikan yang mahal. Biasanya kalo malemnya saya pake night cream ada sedikit kilauan karena memakai pelembap, ini terlihat biasa aja gak terlihat berminyak. Dan saat saya basuh dan cuci muka dengan facial foam, terlihat whoaaa...!!

Rasanya saya gak mau memakai krim apa-apa lagi, saya pengen kulit saya terlihat seperti ini glowingnya. Cuma memang di area-area tertentu dimana terdapat bekas jerawat, belum memudar secara signifikan. Mungkin karena produk ini tidak diciptakan khusus untuk mengatasi jerawat. Tapi saya sudah bisa merasakan dan melihat hasilnya dari pemakaian selama seminggu. Kulit saya membaik, gak kering, gak juga kelihatan berminyak kayak tambang minyak. Saya rasa produk ini bisa dibilang Must Have Item. Gak nyesel lah dengan harga yang sudah dikeluarkan. Produk dengan ukuran 5ml ini cukup bisa bertahan selama 3 bulanan, karena saya pun makenya gak heboh juga. Diirit-irit, yang penting rata di kulit wajah. 

Mau beli lagi? Mauuuu....*lihat dompet

Coba kita tengok foto-foto before dan afternya yah.
Before dengan pencahayaan lampu dalam ruangan
Jadi..saya berusaha sejujur mungkin. Saya coba niy cari-cari foto lama saya dengan bare face tanpa make up sama sekali. Tadaa...yahh mau gak mau adalah foto waktu saya bobok guling-gulingan di kasur sama anak, hihihi. Foto di atas diambil kira-kira 4-5 bulan sebelum saya menggunakan EMK


After tanpa make up dengan pencahayaan natural dalam ruangan
  

After tanpa make up dengan pencahayaan lampu dalam ruangan


Mungkin sekilas jika melihat pada foto-foto di atas, tidak ada perubahan terutama warna kulit. Yah karena saya memang ditakdirkan mempunyai warna kulit yang gak putih-putih amat. Apalagi Surabaya yang super hot. Tapi saya berani mengatakan bahwa kelembaban dan kekenyalan kulit saya menjadi lebih baik. Biasanya saya harus memakai minimun concealer dan bedak sebelum keluar rumah biar gak keliatan mbladus. Sekarang, kadang-kadang saya gak pake bedak sama sekali kalau buru-buru. Atau pake bedak tipis-tipis aja tanpa BB Cream. Sudah cukup. 

Sekian dari review saya kali ini. Postingan ini sempat nongkrong lama di draft dikarenakan si kakak sakit dan saya harus beralih profesi sementara sebagai suster. 














Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Subscribe My Channel Youtube

Follow my Instagram

Instagram

Followers

Categories

none

none

Text

Featured Posts

Total Pageviews

Pages

Thank you sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan follow ya, nanti aku follow balik

Copyright © Rusty Fingers | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com